Surabaya (beritajatim.com) – Posisi striker memang cukup penting dalam sepak bola. Salah satu posisi yang kerap langganan jadi nominasi bahkan peraih Ballon d’Or. Striker punya tugas utama untuk mencetak gol, meski ada beberapa tipe striker dengan tugas lain.
Ada striker yang piawai dalam mencari posisi untuk mencetak gol. Namun terkadang mereka dianggap egois lantaran jarang memberi umpan pada kawan satu tim. Nama-nama ini oleh pengamat sepak bola dipandang sebagai striker egois.
Zlatan Ibrahimovic
Lord Ibra masih belum gantung sepatu meski saat ini telah berusia 40 tahun. Striker yang kini berseragam AC Milan tersebut memang memiliki prinsip yang kuat untuk mencetak banyak gol ke gawang lawan.
Sehingga hal itu membuatnya bersikap egois, khususnya saat Ibra masih berseragam Manchester United. Striker berkebangsaan Swedia itupun tak menampik bahwa gol di atas segalanya.
Neymar Junior
Selanjutnya ada nama bintang Paris Saint Germain yang terkenal dengan skill menggiring bola. Namun kelebihan itu membuat Neymar dicap egois oleh para kritikus sepak bola. Keegoisan striker asal Brasil itu kadang membuat rekan satunya seperti Kylian Mbappe harus frustasi di depan gawang lawan.
Cristiano Ronaldo
Mega bintang sekaligus legenda hidup Manchester United ini telah lama dicap sebagai pemain egois sebelum dirinya kembali ke Old Trafford. Namun kritik itu Ronaldo bayar dengan penampilan apik.
Ronaldo di Man United telah berhasil menjawab dengan mencetak lebih banyak gol di lapangan. Hal itu dibuktikan dengan 7 tembakan tepat sasaran di tiap pertandingan yang ia lakoni bersama Setan Merah.
Mohamed Salah
Salah memang telah membentuk trio paling mematikan bersama Mane dan Roberto Firmino. Pemain sayap Liverpool ini juga tercatat membuat satu gol dalam setiap empat tembakan di sebuah pertandingan Liga Inggris musim ini.
Meski terbilang wajar, para kritikus tetap menghakiminya sebagai sosok egois yang masih dapat lebih efektif bermain jika banyak mengumpan pada rekan setimnya.
Vinicius Junior
Pemain Real Madrid ini punya kualitas lengkap untuk menjadi seorang pemain egois. Ia dibekali kecepatan, dribbling dan akurasi tembakan yang patut diacungi jempol. Namun, saat Madrid menghadapi Shakhtar Donetsk, Vini mengesampingkan egonya dengan menyumbang dua assist pada rekan tim yang lain.
Layakkah beberapa pemain itu dianggap egois? Barangkali mereka perlu sedikit kesampingkan ego agar tidak dipandang sinis lagi. [dan/tur]






