Surabaya (beritajatim.com) – Jahe adalah rempah yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan jahe bisa untuk atasi nyeri otot, osteoartritis, hingga penyakit autoimun.
Jahe atau bahasa latinnya Zingiber officinale adalah bumbu yang banyak dipakai di berbagai masakan Nusantara juga bahan minuman yang hangat menyegarkan.
Tanaman yang banyak terdapat di Asia, Afrika Barat, dan Karibia ini juga dipakai dalam pengobatan herbal tradisional di Asia selama berabad-abad, termasuk salah satunya di Indonesia. Bahan herbal dari jahe dipercaya mampu untuk mengatasi peradangan, batuk, pilek, mual, dan rematik.
Tentu, hal itu tak lepas dari sifat antioksidan dan antiinflamasinya. Jahe juga tanaman yang kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin B6, magnesium, potasium, serta tembaga.
Bahkan, dilansir dari artikel di Medical News Today tanaman jahe ini dapat dikonsumsi dengan cara menambahkan irisan rimpang jahe atau jahe bubuk ke masakan atau kue, sebagai teh jahe, dan kapsul ekstrak jahe. Juga dalam bentuk krim atau minyak jahe untuk dioleskan ke kulit.
Namun, konsumsi jahe ini tidak dapat berlebihan. Batas mengkonsumsi ekstrak jahe maksimal 2 gram sehari yang dibagi untuk tiga kali makan atau minum hingga 4 cangkir teh jahe per hari. Konsumsi maksimum yang direkomendasikan adalah 4 gram jahe per hari.
Mengkonsumsi jahe dapat berefek samping. Biasanya hanya terjadi saat seseorang mengonsumsi lebih dari 6 gram per hari. Meski sangat jarang, berikut ini beberapa efek samping saat mengkonsumsi jahe terlampau banyak.
Pertama, memicu iritasi lambung. Iritasi ini terjadi karena dalam jahe punya kandungan antioksidan yang menyebabkan hangat pada tubuh.
Kedua, gangguan pencernaan. Terlalu banyak konsumsi jahe dapat membuat serik karena sensasi panas dalam tenggorokan.
Ketiga, refluks gastrointestinal dan masalah diare. Keempat, masalah perdarahan pada orang yang memakai warfarin.
Kelima, tekanan darah rendah. Tidak disarankan bagi orang dengan riwayat tekanan darah rendah mengkonsumsi jahe.
Keenam, dapat menyebabkan risiko batu empedu dan gangguan irama jantung. Tentunya hal itu hanya bisa terjadi jika konsumsi jahe berlebihan.
Namun, konsumsi pada batas normal akan membantu pada kesehatan karena jahe kaya akan kandungannya untuk obat-obatan alami. (dan/ian)






