Mojokerto (beritajatim.com) – Pedagang ketupat di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto mengeluh sepi pembeli. Salah satu penyebabnya, harga janur untuk bahan pembuatan ketupat terbilang mahal.
Salah satu penjual ketupat, Puji Astutik mengaku, ia sudah berjualan janur di pasar tradisional terbesar di Kota Mojokerto tersebut sejak sepekan lalu. Jumlah pembeli yang dia dapat tahun ini tidak sebanyak tahun lalu.
“Tidak tentu, biasanya menghabiskan delapan ikat besar. Sekarang turun, tahun kemarin agak ramai,” ungkapnya, Jumat (28/4/2023).
Penjualan janur untuk Lebaran Ketupat tahun ini turun sampai 50 persen dibanding pada 2022. Warga Dusun Tambak Sari, Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini mengaku tidak tahu penyebab omzet penjualan janur menurun.
“Tahun ini barangnya juga agak langka, agak mahal juga. Saudara, kakak saya yang ambil langsung ke Lumajang karena janur Lumajang bagus dibanding janur dari daerah lain. Dibanding tahun kemarin, ramai tahun kemarin,” katanya.
Baca Juga:
Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Mojokerto Tembus Rp40 Ribu
Puji memanfaatkan momen Lebaran Ketupat yang diperingati sepekan usai Idul Fitri untuk berjualan janur di Pasar Tanjung anyar. Juru masak salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kota Mojokerto ini menjual janur dalam bentuk lembaran maupun ketupat jadi.
“Untuk janur isi 10 lembar, jualnya antara Rp8.000 sampai Rp10 ribu. Biasanya untuk lepet, jadi yang ukuran besar dan bagus. Untuk ketupat isi 10 dengan harga mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Ada juga yang nawar Rp12 ribu, ya boleh,” ujarnya.
Dalam sehari, paling sepi ia mengaku bisa mendapatkan Rp100 ribu sampai Rp250 ribu. Ia sudah berjualan di Pasar Tanjung Anyar sejak Lebaran hari kedua dan rencananya sampai Sabtu (29/4/2023).
“Karena penjualan tidak tentu, ada juga yang hanya beli lima lembar janur atau lima ketupat. Tombo pingin gitu. Satu hari minimal, barang tidak habis ya dapat cuma Rp100 ribu,” tuturnya.
Baca Juga:
Desa Mojolebak Mojokerto Dikenal Sebagai Sentra Kerupuk Upil
Meski tahun ini sepi lantaran banyak penjual ketupat masuk ke Kota Mojokerto dan berjualan di Pasar Tanjung Anyar, ia mengaku bersyukur. Dengan keuntungan yang cenderung menurun dibanding tahun lalu, namun ia mengaku masih lumayan pendapatannya.
Sementara itu, buruh tani asal Dusun Tlasih, Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Sunaji (60) juga tak menyia-nyiakan moment Lebaran Ketupat tersebut. Namun ia juga mengaku penjualan janur merosot dibanding tahun lalu.
“Agak merosot. Harga menurun, janurnya banyak yang jelek, pembelinya tidak banyak. Dari Lumajang (janur). Sehari habis 80 ikat. Iya musiman, alhamdulillah jualan sejak Senin kemarin, sudah balik modal,” tegasnya. [tin/beq]






