Gresik (beritajatim.com) – Angka kecelakaan di wilayah hukum Kabupaten Gresik menjadi atensi tersendiri. Pasalnya, selama bulan Januari 2023 ada 86 kasus yang menelan 14 korban jiwa. Dari jumlah itu, kelalaian mengemudi paling banyak mendominasi.
Berdasarkan hasil evaluasi (Anev) Satlantas Polres Gresik. jumlah kecelakaan dalam dua bulan terakhir mencapai ratusan. Rinciannya, 93 peristiwa pada Desember 2022 dan 86 peristiwa pada Januari 2023.
“Dari perbandingannya, grafik kecelakaan cenderung menurun,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Wiji Mulyono, Minggu (5/02/2023).
Ia menambahkan, selama Januari saja, total kerugian material yang dialami korban ditaksir menyentuh angka Rp 102 juta lebih. Dari angka itu, didominasi oleh sepeda motor, mobil penumpang, dan angkutan barang. Jumlah kecelakaan tertinggi masih didominasi oleh pengemudi kendaraan jenis sepeda motor.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
“Selama dua bulan ada 124 sepeda motor yang terlibat. Faktor penyebabnya masih didominasi oleh kelengahan pengemudi. Terutama pada jam rawan dan padat lalu lintas,” imbuhnya.
Perwira pertama Polri itu menjelaskan upaya pencegahan melalui patroli pada jam dan jalur rawan akan terus ditingkatkan. Dengan berupaya menggandeng seluruh elemen masyarakat. “Khususnya pelajar dan pekerja. Apalagi usia korban rata-rata masih produktif yaitu berkisar 30 tahun ke bawah,” ungkapnya.
Untuk meminimalisir laka tersebut, jajaran Satlantas Polres Gresik juga akan menerapkan tilang manual. Tujuannya, untuk menertibkan pengendara bermotor yang berpotensi membahayakan dan melanggar aturan berlalulintas. “Dengan memprioritaskan pelanggaran yang tidak bisa dideteksi oleh E-TLE,” kata Kasatlantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah. [dny/kun]






