Surabaya (beritajatim.com)- Kulkas selama ini menjadi andalan hampir setiap rumah tangga untuk menyimpan berbagai jenis makanan. Suhu dingin yang dihasilkan diyakini mampu memperlambat pertumbuhan bakteri sehingga makanan tidak cepat basi. Tidak heran, banyak orang cenderung memasukkan hampir semua bahan makanan ke dalam kulkas dengan harapan bisa lebih awet.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Nyatanya, ada sejumlah makanan yang justru tidak cocok disimpan di kulkas. Alih-alih bertahan lebih lama, makanan-makanan tertentu bisa berubah rasa, teksturnya rusak, bahkan lebih cepat membusuk.
Beberapa jenis sayuran bisa menjadi layu, buah kehilangan manis alaminya, hingga bumbu dapur yang malah berjamur jika disimpan dalam suhu terlalu dingin. Kesalahan dalam menyimpan makanan ini tidak hanya membuat bahan pangan terbuang sia-sia, tetapi juga berpengaruh pada kualitas gizi serta cita rasa yang dihasilkan saat diolah.
Buah-buahan
Beberapa jenis buah ternyata tidak cocok disimpan di kulkas karena perubahan suhu dingin dapat mempengaruhi kandungan senyawa alami di dalamnya. Misalnya buah pisang yang mengandung enzim polifenol oksidase yang bekerja lebih cepat pada suhu dingin, hal ini menyebabkan kulit pisang yang disimpan di kulkas akan cepat menghitam dan rasa manis alaminya berkurang.
Sedangkan alpukat yang masih keras atau mentah membutuhkan gas etilen untuk matang sempurna, tetapi suhu dingin kulkas justru menghambat pelepasan gas tersebut sehingga proses pematangan terhenti.
Sayuran
Tomat juga tidak tahan dingin, karena suhu kulkas merusak dinding sel dan menghambat produksi senyawa volatil seperti lycopene dan carotenoid yang memberi rasa segar, sehingga teksturnya menjadi lembek dan kulitnya keriput.
Sementara itu, bawang merah, bawang putih, maupun bawang bombay justru akan menyerap kelembaban di dalam kulkas, sehingga lapisan luar mudah berjamur. Kandungan sulfur alaminya juga bisa berubah, membuat bawang lebih cepat lembek.
Berbeda lagi dengan kentang dan ubi, yang kaya akan pati. Pada suhu dingin, pati tersebut dipecah menjadi gula sederhana melalui proses cold-induced sweetening, membuat rasanya manis aneh dan teksturnya berpasir ketika dimasak
Roti
Roti sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas karena suhu dingin justru mempercepat proses yang disebut retrogradasi pati. Pada proses ini, molekul pati dalam roti mengalami rekristalisasi sehingga teksturnya berubah menjadi lebih kering dan keras meskipun belum basi. Akibatnya, roti kehilangan kelembutannya dan terasa kurang enak saat dimakan. Penyimpanan roti akan lebih baik dilakukan di suhu ruang dalam wadah tertutup agar tetap lembut.
Olahan minyak
Olahan minyak nabati seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, yang terdiri dari asam lemak tak jenuh. Paparan suhu rendah membuat molekul lemak tersebut mengendap dan mengental sehingga teksturnya berubah keruh atau menggumpal. Meski tidak berbahaya, kondisi ini membuat minyak lebih sulit dipakai dan mengurangi kenikmatan saat digunakan sebagai bumbu atau campuran masakan.
Bubuk dan biji kopi
Sebaiknya tidak disimpan di kulkas karena sifatnya yang mudah menyerap bau dari lingkungan sekitar. Suhu dingin juga menimbulkan kondensasi ketika wadah kopi dikeluarkan masuk ke kulkas, sehingga biji maupun bubuk kopi terkena kelembaban. Kondisi ini membuat senyawa volatil seperti kafein, trigonelin, serta minyak esensial yang memberi aroma khas kopi cepat menguap dan hilang. Akibatnya, rasa kopi menjadi hambar dan aromanya berkurang drastis.
Menyimpan makanan memang terlihat sederhana, tetapi kenyataannya membutuhkan perhatian khusus agar kualitas tetap terjaga. Tidak semua bahan cocok dimasukkan ke dalam kulkas, karena beberapa justru bisa kehilangan rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya. Dengan mengetahui jenis makanan yang lebih baik disimpan di suhu ruang, masyarakat dapat menghindari pemborosan sekaligus menjaga cita rasa masakan tetap nikmat.
[Erlina Damayanti]






