Surabaya (beritajatim.com) – Tiap hari, berbagai informasi datang membanjiri time line media sosial kita. Selain info aktual, terkini, faktual, ada juga yang menyodorkan info sebaliknya. Kebohongan, bahkan fitnah yang sangat merugikan. Apapun, informasi ini memberi dampak beragam.
Ada yang murni menjadikannya sebagai referensi tambahan, pelengkap wawasan, bahkan bahan diskusi dengan kawan atau kerabat. Di sisi lain, info-info itu juga jadi pemicu kemarahan dan provokasi. Materi semacam ini bahkan berpotensi adu domba, penipuan, dan penyebaran hoaks.
Dalam kondisi seperti ini, pengguna media sosial mesti menjaga daya kritis? Dengan berpikir kritis, kita akan terbiasa untuk melihat segala sesuatunya dengan jelas, rasional, terbuka, dan mengedepankan bukti serta fakta.
Jika ingin berpikir kritis, cobalah untuk memperkuat beberapa hal. Apa saja?
- Anda siap untuk tidak mudah menelan sebuah informasi atau sebuah pernyataan dan kesimpulan saja.
- Punya sikap dalam mempertanyakan yang sehat terhadap pernyataan dan kesimpulan.
- Punya rasa penasaran dan keinginan mencermati bukti-bukti yang ada untuk memahami sebuah pernyataan atau kesimpulan secara menyeluruh.
[berita-terkait number=”4″ tag=”media-sosial, sosial-media, hoax”]
Hingga saat ini di masyarakat menjadi sebuah fenomena dimana pernyataan sensasional banyak bertebaran dan dijadikan modus untuk sesuatu yang tidak baik.
Misalnya, teridentifikasi dari judul yang mengandung sensasional, himbauan yang mengandung penipuan, dan sebagainya. Dalam berpikir kritis yang utama harus dilakukan adalah menggunakan kacamata selektif. Caranya, dengan banyak Bertanya pada orang ain dan diri sendiri. Maka dengan begitu Anda akan mengusahakan untuk mencari sumber fakta, dan kebenaran.
Keuntungan jika Anda berpikir kritis adalah yang pertama Anda akan melahirkan bukti dan jawaban yang pasti, dan menjadi dasar diri untuk mengambil keputusan, baik dalam bentuk keputusan kecil maupun keputusan besar.dan Kedua berpikir kritis merupakan keterampilan dari seorang pemimpin.
Adapun dalam berpikir kritis menurut Socrates adalah cobalah dahulu sebelum bercerita, pahami lebih dahulu sebelum menjawab, pikirlah dahulu sebelum berkata, dengarlah dahulu sebelum memberi penilaian dan bekerjalah dahulu sebelum berharap. Nah itulah alasan pentingnya berpikir kritis di media sosial selain menjadi pribadi yang berkualitas, berpikir kritis merupakan sebuah ikhtiar untuk mencegah kejahatan saat bersedia. [ptr/bjo]






