Surabaya (beritajatim.com) – Kesemutan adalah hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh hampir semua orang. Seperti saat duduk atau berdiri dalam posisi yang sama selama berjam-jam, maka kaki tiba-tiba akan merasa kebas, seperti ditusuk jarum, dan digerayangi semut. Tidak akan menimbulkan rasa sakit namun perasaan tidak nyaman yang luar biasa. Saat bagian yang kesemutan disentuh oleh orang lain, sensasi tersebut akan terasa lebih parah lagi.
Kesemutan sendiri adalah kondisi di mana salah satu bagian tubuh mengalami mati rasa dan disertai sensasi aneh lainnya, seperti bagai tertusuk jarum, tersengat, tergelitik, atau terbakar. Kondisi ini disebut juga dengan parestesia. Kesemutan bersifat sementara dan tidak perlu dikhawatirkan, namun nyatanya, apabila kondisi ini terjadi secara terus menerus dan diiringi gejala lainnya seperti nyeri atau kelemahan otot, maka bisa jadi itu adalah indikasi dari penyakit serius.
Kesemutan sementara
Ini adalah yang paling sering dialami oleh seseorang, waktunya tergolong singkat. Umumnya terjadi karena ada tekanan di bagian tubuh tertentu dalam waktu yang lama, sehingga aliran darah ke saraf menjadi terganggu, lalu terjadilah kesemutan. Tidak perlu waktu lama, rasa ini akan hilang dengan sendirinya.
Saraf terjepit
Beberapa kasus kesemutan, terjadi karena adanya saraf yang terjepit. Biasan berasal dari cedera atau pembengkakan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah kurang bergerak dan olahraga. Gejala lainnya yang timbul bisa seperti nyeri sehingga gerakan menjadi terbatas.
Kurang nutrisi
Penyebab lainnya dari kondisi mati rasa ini adalah kurangnya asupan nutrisi pada tubuh, terutama vitamin B dan asam folat. Keduanya dibutuhkan untuk menjaga fungsi saraf kalian, dan apabila tidak tercukupi maka fungsi saraf bisa saja rusak. Tak hanya itu, kekurangan kalsium, kalium, natrium juga bisa menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, diperlukan gaya hidup yang sehat dengan pola makan yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Obat-obatan
Apabila kalian sedang aktif menggunakan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau obat kemoterapi kanker, hal itu memang dapat menimbulkan kerusakan saraf. Bisa terjadi untuk sementara namun bisa untuk jangka waktu yang panjang. Kondisi ini bisa dikonsultasikan lagi kepada dokter.
Penyakit kronis
Perlu diperhatikan, kesemutan kronis juga bisa menjadi gejala dari penyakit serius. Seperti stroke, yang terjadi saat terhambatnya aliran darah ke otak akibat pembuluh darah yang pecah, sehingga menimbulkan berbagai gejala salah satunya kesemutan. Atau mungkin gagal ginjal, di mana ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah darah, salah satu gejalanya pun merasa mati rasa, kram, hingga lemah otot. Lalu bisa juga menjadi gejala dari diabetes, penyakit yang disebabkan oleh gula darah yang terlalu tinggi dan dapat berdampak pada kerusakan saraf.
Mulailah untuk melakukan check up pada dokter apabila merasa ada yang janggal pada tubuh anda. Jika dirasa kesemutan sudah berlebihan, jangan diabaikan sebelum penyakit menjadi lebih parah.[mnd/esd]






