Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sempat menyangkal tudingan penahanan ijazah meski didatangi dua pejabat publik, pemilik Sentoso Seal Surabaya Jan Hwa Diana akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui surat yang ditulis dari balik jeruji besi. Saat ini, ia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur atas kasus penahanan ijazah dan terlibat kasus pengrusakan mobil yang ditangani Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.
Kuasa hukumnya, Elok Kadja, menyampaikan bahwa surat tersebut ditulis Diana sebagai bentuk penyesalan sekaligus pengakuan atas kesalahan yang selama ini selalu ia bantah.
“Bu Diana sudah menulis surat sih, surat yang menyatakan beliau menyesal, beliau meminta maaf kepada para korban. Itu suratnya sudah ditulis,” ujar Elok, Senin (26/5/2025).
Dalam suratnya, Diana mengakui telah bersikap arogan dan tidak kooperatif. Ia pun berkomitmen untuk menjalani seluruh proses hukum dengan terbuka dan kooperatif, baik di kepolisian, kejaksaan, hingga saat persidangan nanti.
“Jadi next-nya Bu Diana ini sudah berkomitmen bahwa beliau akan kooperatif dalam setiap tahap pemeriksaan baik di kepolisian, di Polda Jatim khususnya dan di kejaksaan dan pada saat nanti persidangan,” tambah Elok.
Diana juga menyatakan akan menyelesaikan kewajiban terhadap para mantan karyawannya. Elok mengimbau agar para korban yang merasa haknya belum terpenuhi dapat menghubungi dirinya secara langsung untuk difasilitasi dan dikomunikasikan ke perusahaan.
“Kalau memang ada pihak-pihak korban atau mantan pekerjanya Bu Diana yang memang masih Bu Diana ini masih memiliki kewajiban kepada mantan pekerjanya ini dapat menghubungi saya. Untuk kami bantu untuk kami komunikasikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elok mengungkapkan bahwa Diana juga tengah memikirkan nasib karyawan aktif di Sentoso Seal. Penyegelan usaha oleh Pemkot Surabaya berdampak langsung pada kelangsungan pekerjaan mereka.
“Saat ini karena gudang dan tempat usahanya Bu Diana disegel dan tidak beroperasional, Bu Diana juga memikirkan nasib karyawan-karyawan yang saat ini masih bekerja. Kalau terus menerus seperti itu maka mau tidak mau pekerja yang saat ini masih bekerja dengan Bu Diana terpaksa akan dirumahkan,” pungkasnya. [ang/beq]






