Banyuwangi (beritajatim.com) – Tak ada salahnya mencoba mengkonsumsi jamur trucuk hasil dari lembah Gunung Raung. Warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu biasa berburu tumbuhan ini.
Jamur trucuk saat musim hujan banyak ditemukan di hutan. Biasanya, tumbuhnya menghampar di bawah tegakan pohon pinus. Saat musim tumbuh, banyak warga sekitar hutan yang memburunya. Selain untuk konsumsi pribadi, jika beruntung dapat banyak mereka jual.
Tenang, menurut warga setempat jamur trucuk cukup aman untuk dikonsumsi. Dalam jamur juga mengandung antioksidan tinggi, yang berkhasiat sebagai pelindung tubuh dalam menangkal radikal bebas penyebab penyakit kanker.
Menurut Didik Suryadi salah warga sekitar hutan mengaku kerap berburu jamur jenis ini. Bahkan dalam sekali berburu, dirinya mampu mendapat hingga 15 kilogram. “Soal rasa, jamur trucuk memang cukup nikmat untuk teman makan nasi. Rasanya tiada tandingannya,” ujarnya.
BACA JUGA: Atlet Banyuwangi Juara Karate di Portugal Pulang Diarak
Didik juga memastikan jamur ini aman. Dia yakin, karena sejak kecil bahkan tidak pernah mengenal risiko keracunan atau efek lain pasca mengkonsumsinya. “Semua orang disini biasa mengkonsumsi itu dan tidak ada yang keracunan. Karena jamur trucuk ini memang aman untuk dikonsumsi,” ungkap Didik.
Saat dikaitkan dengan khasiat usai mengkonsumsi jamur ini, Didik mengaku belum begitu paham. Namun, tak menampik jika mitos dan cerita masyarakat mengenai jamur trucuk lembah Gunung Raung bisa enteng jodoh.
“Tapi, saya sendiri belum pernah menemukan jamur trucuk yang tumbuh sebatang atau sendirian. Tapi kalau cerita itu saya tahu. Ya entah mau percaya atau tidak itu tergantung pribadi masing-masing saja,” pungkasnya. [rin/suf]






