Lamongan (beritajatim.com) – Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) yang menjadi salah satu program prioritas dari Pemerintah Kabupaten Lamongan di bawah kepemimpinan Yuhronur Efendi, kini telah dinikmati masyarakat.
Dengan semangat untuk memberikan infrastruktur yang layak guna menunjang mobilitas masyarakat, Yuhronur dan Abdul Rouf yang dilantik Februari 2021 tak menunggu lebih lama untuk merealisasikan Jamula.
Alasannya jelas. Selain faktor kenyamanan dan keamanan dalam berkendara, infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur jalan melalui program Jamula itu pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Seperti yang disampaikan Eli, warga Desa Sidomulyo. Menurutnya kondisi jalan yang baik sangat membantu mobilitas warga, khususnya untuk menjalankan kegiatan ekonomi.
“Sekarang sebagian sudah bagus, jadi kalau ke pasar itu enak. Tapi masih ada yang belum diperbaiki. Pinginnya ya dilanjutkan (pembangunannya) biar jalannya enak semua,” kata wanita yang sehari-hari berjualan sayuran dan berbagai kebutuhan dapur lainnya itu, Rabu (6/11/2024).
Manfaat Jamula juga dirasakan Samsudin, karyawan salah satu perusahaan di Gresik yang setiap hari pulang pergi melewati ruas jalan Sumberkerep.
“Sekarang lebih cepat, karena jalannya sudah bagus. Kalau dulu yang dari (Desa) Rumpuk sampai Sumberkerep itu rusaknya parah mas. Tapi sekarang sudah mantap,” ucapnya.
Memang di awal Yuhronur menjabat, realisasi Jamula tidak mudah. Sebab, saat itu masih dalam masa pandemi Covid-19, di mana APBD lebih diprioritaskan untuk penanganan wabah tersebut.
Kondisi itu membuat Realisasi Jamula pun dilakukan secara bertahap di beberapa titik. Salah satu ruas jalan yang diselesaikan pada tahun 2021 adalah jalan yang menghubungkan Kecamatan Tikung dengan Sumberkerep, Kecamatan Mantup.
Tahun berikutnya Yuhronur terus menggenjot realisasi Jamula dengan menambah jumlah ruas jalan yang diperbaiki. Namun pengerjaannya tetap dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan kemampuan APBD. Terlebih pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tapi juga diseimbangkan dengan aspek-aspek lain, seperti perekonomian, pendidikan dan kesehatan.
Walau berjalan secara perlahan, program Jamula terus berlanjut dan menjangkau hampis seluruh wilayah yang yang ada di Kabupaten Lamongan secara merata, mulai wilayah utara hingga selatan.
Sampai tahun 2024 ini, total ruas jalan yang dibangun melalui program Jamula telas mencapai 152 ruas jalan, dengan panjang kurang lebih 132 kilometer.
Realisasi Jamula tahun ini juga terus digencarkan dengan total 38 ruas jalan yang akan direkonstruksi secara bertahap. Beberapa ruas yang telah tuntas pengerjaannya adalah ruas Sukobendu-Dumpiagung, Bluluk-Sukorame dan sejumlah ruas lain, termasuk ruas Sumberdadi-Suberkerep. [fak/beq]







3 Komentar
Menurut data dari pemprov jatim (https://sipanja.dishub.jatimprov.go.id/kebutuhan-kabupaten/17) yg menjadi tangung jawab jalan kab. lamongan sebanyak 26.211 KM.
Sedangkan sampai periode 2023 pak yes baru memperbaiki sebanyak 132 KM atau secara peresentase baru 0.5%. Sedangkan program Utama kampanye 2019 adalah JAMULA.
Sampai 2024
Menurut data dari pemprov jatim yg menjadi tangung jawab jalan kab. lamongan sebanyak 26.211 KM.
Sedangkan sampai periode 2023 pak yes baru memperbaiki sebanyak 132 KM atau secara peresentase baru 0.5%. Sedangkan program Utama kampanye 2019 adalah JAMULA.