Pamekasan (beritajatim.com) – Laga Madura United FC menjamu Persija Jakarta, pada lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Minggu (26/2/2023). Dijadwalkan kembali dihadiri suporter di tribun.
Hanya saja, laga dengan penonton tersebut diprioritaskan untuk suporter tuan rumah. Sementara untuk suporter tim tamu dilarang hadir karena berkaitan dengan izin dari pihak kepolisian.
Kondisi tersebut pastinya akan menjadi momen penting bagi suporter Madura Bersatu, guna memberikan dukungan secara langsung bagi Laskar Sape Kerrab, guna merealisasikan target kembali mengamankan poin dari tim tamu, Macan Kemayoran.
Apalagi pihak panitia pelaksana pertandingan, juga sudah menyiapkan 60 persen tiket dari total kapasitas stadion milik Pemkab Pamekasan, yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”madura-united”]
“Kuota tiket yang terjual saat pertandingan melawan Persija Jakarta, sekitar 4.500-an tiket atau 60 persen dari total kapasitas stadion,” kata LOC Madura United FC, Mohammad Alwi, Sabtu (25/2/2023) malam.
Kondisi tersebut bukan pertama bagi Madura United menggelar pertandingan dengan kuota seputar terbatas, terlebih sejak putaran kedua kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, kapasitas stadion memang tidak pernah dipenuhi suporter.
“Jadi kebijakan ini memang rekomendasi langsung dari pihak keamanan dan memang demikian adanya, yakni 60 persen dari kapasitas stadion,” ungkapnya.
Hanya saja pihaknya mengaku bersyukur karena suporter Madura Bersatu, kembali mendukung tim secara langsung di stadion. “Kami sangat bersyukur dengan kembali adanya penonton saat melawan Persija,” pungkasnya. [pin/ted]






