Gresik (beritajatim.com) – Jamaah haji asal Kabupaten Gresik yang masuk kloter 12 sudah datang bertahap Sabtu (23/7) malam. Mereka tiba di tanah air dalam keadaan sehat. Ada 59 jamaah di dalam kloter 12 tersebut.
Mereka berasal dari jamaah masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik. Para jamaah ini mendarat di Bandara Juanda pukul 17.30 WIB kemudian menuju ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pukul 19.00 WIB.
Selanjutnya, jamaah haji asal Gresik menjalani swab. Hasilnya, semuanya negatif sebelum pulang ke kampung halamannya. “Alhamdulillah jamaah Gresik sehat semuanya. Kemudian tes swabnya juga negatif,” Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Gresik, Lulus, Minggu (24/07/2022).
Jika hasil tes PCR dinyatakan positif tanpa gejala atau gejala ringan lanjut dia, maka yang bersangkutan akan dipulangkan tersendiri oleh tim Dinas Kesehatan. Sesuai aturan, pemulangan dilakukan secara prokes. Setelah itu, dilakukan perawatan atau karantina di daerah masing-masing.
[berita-terkait number=”5″ tag=”haji”]
Adapun jamaah dengan gejala berat kata Lulus, dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya tidak langsung pulang ke rumahnya. Namun, mesti dirawat di rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Surabaya. Yang bersangkutan baru dipulangkan ke rumah masing-masing setelah hasil tes negatif. “Nantinya setiap jamaah juga akan dilakukan monitoring selama 21 hari oleh tim Dinkes kabupaten/kota setempat,” katanya.
Ia menambahkan, jamaah haji asal Gresik secara bertahap akan datang bertahap.Mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2022. Sebanyak 1.056 orang itu bakal kembali ke tanah air secara bertahap dalam dua gelombang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan tiga puskesmas untuk isolasi terpusat (Isoter) bagi jamaah yang dinyatakan positif tes PCR. Yakni Puskesmas Driyorejo, Cerme, dan Sidayu. “Jamaah dites antigen dulu, apabila positif dilanjut swab PCR kemudian apabila positif akan dijemput Dinkes. Namun, untuk jamaah pertama kemarin semua negatif,” ujarnya.
Mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo Manyar itu menyatakan terkait dengan Dinkes Gresik selalu stand by di Asrama Haji Sukolilo Surabaya setiap ada kedatangan jamaah. Hal itu dilakukan apabila terdapat jamaah yang positif atau belum melakukan vaksin booster. “Kalau belum booster akan dibooster di asrama haji setempat biar tidak bolak-balik,” pungkasnya. [dny/kun]






