Lumajang (beritajatim.com) – Jalur alternatif Lumajang – Malang lewat Desa Ranu Pani Kecamatan Senduro sangat rawan pohon tumbang dan tanah longsor. Satlantas Polres Lumajang menghimbau masyarakat tidak melintas disaat hujan deras mengguyur.
“Kemarin ada pohon tumbang dan mengganggu lalu lintas warga baik dari Malang dan Lumajang,” kata Kanit Regident Satlantas Polres Lumajang IPDA Dodit Prasetyo sekaligus Koordinator TRC Penanggulan Bencana pada wartawan, Rabu (18/11/2020).
Masih kata dia, Jalur alternatif Desa Ranu Pani Senduro melalui hutan alami Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai dari Desa Burno. Sehingga tidak baik bila dilalui saat malam hari.
“Pokoknya harus waspada dan saat melintas diharap berbareng dengan pengendara lainya,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pohon-tumbang”]
Pohon tumbang kerap terjadi jalur alternatif di saat musim hujan. Pohon usia tua dan rapuh bisa mengganggu perjalanan.
“Jalur Ranu Pani banyak dipilih pemotor dibanding roda 4,” jelas perwira kelahiran Blitar itu. (har/ted)






