Blitar (beritajatim.com) – Jalan Slorok-Garum, Kabupaten Blitar yang dalam beberapa tahun terakhir rusak parah akan dibeton. Pemerintah Kabupaten Blitar menganggarkan Rp4 miliar untuk betonisasi di ruas jalan sepanjang 1 Kilometer (Km) tersebut.
Kerusakan Jalan Slorok-Garum ini telah memicu protes warga lantaran tak segera diperbaiki. Warga nekat menanam pohon pisang di lubang-lubang jalan.
“Jalan Slorok-Karangrejo Garum itu akan diperbaiki dengan cara dibeton karena memang kerusakannya parah,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan, Jumat (13/6/2024).

Pemerintah Kabupaten Blitar sengaja betonisasi karena banyaknya kendaraan bermuatan berat yang melintas di ruas jalan Slorok-Karangrejo, Garum. Bahkan beberapa kendaraan truk yang melintas juga over kapasitas.
Sehingga agar jalan tidak cepat rusak, perbaikan dengan cara dibeton. Saat ini proses pengerjaan betonisasi sudah dikerjakan. Namun demikian jalur tersebut masih ditutup karena umur beton belum bisa dilewati kendaraan.
“Kalau disana memang dilewati kendaraan besar sehingga diperlukan perbaikan dengan cara dibeton,” imbuhnya.
Biaya perbaikan jalan Slorok-Karangrejo, Garum Kabupaten Blitar ini memang lebih mahal 3 kali lipat daripada umumnya. Karena perbaikan yang dilakukan dengan cara betonisasi dan bukan tambal sulam dengan menggunakan aspal.
Jalan Slorok-Karangrejo Garum Kabupaten Blitar ini pun diprediksi bakal lebih awet dan tidak cepat rusak. Sehingga harapannya aktivitas masyarakat lebih lancar dan bisa menunjang perekonomian warga.
“Baru dibuka Jalan Slorok-Karangrejo itu 28 hari pasca pengerjaan,” tutupnya. [owi/beq]






