Gresik (beritajatim.com) – Jalan Raya Hulaan Menganti Gresik banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan. Pasalnya, jalan kabupaten tersebut berlubang besar sehingga dikhawatirkan membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.
Memang jika dilihat, jalan itu masih cukup layak. Tapi di banyak titik, terlihat ada lubang yang cukup dalam yang membahayakan pengendara motor. Bahkan, ada lubang jalan berdiameter 50 centimeter. Lubang itu cukup dalam dan tajam. Apabila kendaraan bermotor terkena lubang itu dipastikan bakal terjatuh.
M.Habib (29) seorang pengguna jalan mengaku pernah menjadi korban akibat adanya lubang jalan. Meski dirinya pelan saat mengendarai motornya. Kaca pelindung bagian depan motornya langsung terlempar ketika terkena lubang itu.
“Jalan berlubang itu sangat membahayakan. Ini pengait motor saya langsung patah saat terjatuh,” tuturnya, Selasa (14/03/2023).
Habib mengaku, lubang itu tidak terlihat. Saat dirinya dari arah Palem Watu mengarah ke Pasar Menganti, dirinya hanya berkecepatan sedang. Kendati mayoritas kondisi jalan masih bagus, namun beberapa titik berlubang cukup dalam.
“Tidak terlihat memang lubangnya, jadi langsung kena. Beruntung tidak sampai terjatuh, hanya motornya yang rusak,” ungkapnya.
Dirinya berharap agar pemerintah daerah segera memperbaiki jalan rusak itu. Sebab jalan itu termasuk jalan yang cukup ramai. Tidak hanya di Jalan Hulaan, melainkan juga Jalan Raya Menganti lainnya.
Terkait dengan itu, sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran sebesar Rp 23 miliar melalui Unit Reaksi Cepat (URC).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Kepala Bidang Bina Marga DPU-TR Eddy Pancoro mengatakan, untuk menangani jalan rusak pihaknya secara rutin melakukan tambal sulam dan overlay. Namun, pihaknya tidak mengetahui pasti berapa jumlah jalan rusak di bawah 30 persen. Untuk itu, secara rutin pihaknya melakukan penyisiran di setiap ruas jalan.
“Kalau ada kerusakan, kami langsung perbaiki dengan tambal sulam. Kami sistemnya menyisir mana jalan rusak kami tambal,” katanya.
Di tahun ini, DPU-TR Gresik telah menyiapkan anggaran untuk URC dan pemeliharaan rutin sebesar Rp 23 miliar. Namun, anggaran itu digunakan untuk satu tahun anggaran. Ini termasuk pemeliharaan yang akan dilelang.
“Dengan anggaran itu, kami upayakan untuk perbaikan lebih maksimal. Meskipun harus bertahap,” pungkas Eddy Pancoro. [dny/but]






