Surabaya (beritajatim.com) – Harapan warga Surabaya barat untuk terbebas dari kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Menganti Lidah Wetan semakin dekat.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya telah memulai tahap awal pelebaran jalan dengan membersihkan persil dan reklame yang telah dibebaskan.
“Saat ini masih (tahapan) relokasi beberapa titik reklame yang terkena imbas rencana pembangunan jalan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan DSDABM Adi Gunita saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).
Pantauan beritajatim di lokasi, pohon di Jalan Raya Menganti Lidah Wetan sudah mulai ditebangi. Selain itu, beberapa bangunan juga sudah mulai dirobohkan.
Selain itu, petugas juga akan menggeser jaringan utilitas mulai titik Perempatan Babatan Unesa. Adi menyebut terdapat beberapa jaringan utilitas seperti PLN, Telkom, hingga PDAM di sepanjang jalan tersebut.
“Sudah kami koordinasikan kepada pemilik jaringan utilitas. Kalau utilitas kita usahakan mereka reposisi dulu dan terpasang, baru yang lama dinonaktifkan,” ujar dia.
Dia menjelaskan prioritas pengerjaan yakni membuat saluran di area tersebut. Setelah itu, baru pengurukan dan pemadatan jalan. “Saluran lebarnya hingga enam meter,” jelasnya.
Koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga sudah dilaksanakan mengenai pengerjaan tersebut.
Adi mengatakan pelebaran Jalan Menganti Lidah Wetan tahun ini sepanjang 500 meter. Dari titik perempatan Babatan Unesa hingga Perumahan Lembah Harapan dengan luas 20 meter ke selatan. Targetnya seluruh pengerjaan fisik akan selesai sebelum akhir tahun.
“Target selesai Desember,” kata Adi Gunita.
Sementara itu, untuk pembebasan lahan saat ini sedang proses. Karena, lanjut dia, untuk kelengkapan berkas pengadaan tanah baru bisa dieksekusi bulan Agustus ini.
“Tinggal menunggu proses yang di astra, karena untuk kelengkapan berkasnya pengadaan tanah baru bisa Agustus ini,” kata dia.
Lurah Lidah Wetan Andri Kurniawan menjelaskan sudah lima bidang dalam proses pembayaran. Selain itu, untuk titik Wisata Bukit Mas hingga Perumahan Lembah Harapan sudah tahap pengumuman appraisal. Hingga saat ini tidak terdapat kendala dalam proses pembebasan lahan.
“Hanya ada persoalan administrasi dari pemilik persil seperti surat waris yang harus dilengkapi,” paparnya.
Andri menyebut pembangunan pelebaran jalan tersebut sebagai solusi dari kemacetan yang sering terjadi di Lidah Wetan hingga Lakarsantri.
Dia menambahkan sosialisasi terkait proyek tersebut sudah beberapa kali dilaksanakan. “Kami hanya memfasilitasi warga dengan dinas terkait,” jelas dia.[asg/but]







