Pasuruan (beritajatim.com) – Musim hujan yang intens di wilayah Pasuruan menyebabkan beberapa ruas jalan nasional di Kecamatan Bangil mengalami kerusakan dan berlubang. Salah satu titik yang terdampak adalah perlintasan sebidang kereta di Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil.
Menurut warga setempat, Hasan Muhammad, kondisi ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta lalu lintas kendaraan besar yang melintas, sehingga aspal di jalur tersebut terkelupas dan membentuk lubang-lubang berbahaya.
“Sangat bahaya, kemarin saja ada mobil yang terdangkut karena jalan berlubang. Sampai mobilnya tertabrak kereta. Untungnya pengemudi selamat,” jelas Hasan, Senin (3/3/2025).
Menanggapi kondisi ini, Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab Dinas Bina Marga atau PUPR sesuai dengan status jalan. Hal ini juga sejalan dengan ketentuan Permenhub 94/2018 mengenai pembagian tanggung jawab di perlintasan sebidang.
“Kalau jalan yang rusak, tanggung jawabnya ada pada penyelenggara jalan sesuai dengan status atau kelas jalannya. Porsi KAI adalah merawat konstruksi jalan relnya dan memperbaiki aspal jika terdapat perawatan jalur kereta api di perlintasan tersebut,” ungkapnya melalui pesan singkat.
Cahyo juga memastikan bahwa perawatan aspal dan jalan di perlintasan Latek menjadi tanggung jawab dinas terkait. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi untuk memastikan langkah perbaikan segera dilakukan guna menghindari risiko kecelakaan yang lebih besar. [ada/beq]






