Sumenep (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep melakukan penguatan Kampung Moderasi Beragama (KMB), untuk menjaga toleransi antar umat beragama.
“Di Kemenag Sumenep saat ini ada kelompok kerja (Pokja) KMB. Ada tiga KMB di Sumenep, yakni di Kecamatan Kota, kemudian Lenteng, dan Pragaan,” kata Ketua Pokja KMB Kemenag Sumenep, Moh. Afif, Kamis (01/08/2024).
Ia mengatakan, awal terbentuknya KMB, dilakukan pertemuan antar tokoh lintas agama. Kemudian dikembangkan dengan mempertemukan para pemuda lintas agama di lokasi KMB. “Pertemuan pertama antar pemuda lintas agama itu kami lakukan di Gereja Katolik Maria Gunung Karmel di Desa Pabian. Ini untuk KMB kota,” ujarnya.
Menurut Afif, pertemuan yang diisi dengan diskusi dan sharing tersebut untuk menguatkan mental komitmen kebangsaan dan rasa toleransi antar umat beragama.
“Goal yang ingin dicapai tentu saja para pemuda di KMB ini punya pengetahuan yang mumpuni tentang moderasi beragama. Dengan begitu diharapkan tidak sampai terjadi konflik antar agama, tidak ada kekerasan, dan mengakui ragam adat istiadat,” paparnya.
Kampung Moderasi Beragama ini merupakan program dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membentuk sebuah kampung atau desa atau Kelurahan, dengan sifat toleransi umat beragama yang tinggi, serta menciptakan kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat.
Pokja kampung moderasi beragama tersebut juga beranggotakan kepala desa, sekretaris desa, serta tokoh agama seperti takmir masjid, pastur, pendeta, pemuka agama budha, maupun hindu. “Dengan penguatan KMB, kami berharap masyarakat hidup damai berdampingan tanpa konflik SARA,” tandas Afif. (tem/kun)






