Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Pasar Murah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengendalikan inflasi daerah.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra di Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), Kecamatan Trowulan. Pelaksanaan pasar murah tersebut dirangkaikan dengan peresmian Ruang Pamer Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan, pasar murah merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi.
“Melalui pasar murah ini, pemerintah hadir untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga agar kondisi pasar tetap stabil,” ungkap Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut.
Ia mengapresiasi Disperindag Kabupaten Mojokerto, para pelaku usaha, distributor, serta seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Gus Barra menegaskan, ruang pamer tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Tetapi juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di kawasan PPST.
“Lokasi ruang pamer ini sangat strategis. Kami berharap PPST tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga berkembang menjadi ikon wisata belanja yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Diharapkan nantinya pengembangan ruang pamer Dekranasda dapat diperluas ke kawasan wisata strategis lainnya,” ujarnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini pun mencontohkan seperti Pacet dan Trawas. Tujuannya, lanjutnya, agar produk unggulan UMKM Kabupaten Mojokerto semakin dikenal luas dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Noerhono menyampaikan, kegiatan pasar murah HBKN dan peresmian ruang pamer Dekranasda merupakan bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi, memperkuat distribusi bahan pokok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.
“Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga perbankan, Bulog, serta berbagai pihak terkait lainnya. Selain pasar murah dan pameran produk IKM, rangkaian kegiatan juga diisi dengan layanan sosial, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta kegiatan edukatif bagi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa menuturkan, peresmian ruang pamer Dekranasda menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Dekranasda sebagai wadah pengembangan kreativitas, produktivitas, dan daya saing pengrajin lokal.
“Ruang pamer ini diharapkan menjadi sarana edukasi, inspirasi, sekaligus peluang pemasaran bagi pelaku IKM, sehingga produk kerajinan Mojokerto semakin dikenal oleh masyarakat luas maupun wisatawan,” pungkasnya. [tin/aje]






