Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk menjaga independensi, pengujian perangkat desa di Kabupaten Ponorogo dilakukan oleh perguruan tinggi. Ada ratusan orang akan mengikuti ujian pengisian perangkat desa tersebut. Panitia pengisian tingkat desa, harus menunjuk perguruan Ttnggi untuk pelaksanaan ujian.
“Jadi pelaksanaan ujian memang dilakukan oleh pihak ketiga, dalam hal ini yakni perguruan tinggi yang terakreditasi dan sudah pernah menjalin kerjasama dengan Pemkab Ponorogo,” kata Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ponorogo, Anik Purwani, Rabu (12/7/2023).
Sehingga nantinya pelaksanaan ujian tidak lagi dilakukan di desa masing-masing peserta, namu tempatnya di perguruan tinggi yang ditunjuk. Pengujian terbagi menjadi 2 pos. Pos pertama untuk pengetahuan umum, menggunakan CAT.
BACA JUGA:
Pemekaran Wilayah di Ponorogo Tunggu Terbitnya Kode Desa
Sedangkan pos 2 yakni pengetahuan khusus, meliputi wawancara, keterampilan pengoperasian komputer dan pengabdian. “Pengumumannya langsung, setelah peserta selesai mengerjakan semua materi yang diujikan,” kata Anik.
Dengan melibatkan perguruan tinggi, selain untuk menjaga independensi, kata Anik, pihaknya ingin pengisian perangkat desa ini benar-benar murni. Tidak ada praktik kong-kalikong yang dilakukan di belakang. “Kita ingin memperoleh perangkat desa yang kapabel. Yang kelak bisa memajukan desa,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemkab Ponorogo mengumpulkan ratusan peserta pengisian perangkat desa. Hal itu dilakukan untuk memberikan pembekalan terhadap peserta. Pemkab Ponorogo ingin menunjukkan transparansi tahapan demi tahapan yang dilalui, untuk memperoleh perangkat desa yang berintegritas.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menemui 165 orang yang menjadi calon peserta pengisian perangkat desa tersebut. Wejangan demi wejangan diutarakan oleh orang nomor satu di bumi reog. Dia meminta semu peserta yang akan bertarung dalam tes, harus siap menang siap kalah. Hasil yang akan didapatkan nanti, harus diterima dengan lapang dada.
BACA JUGA:
5 Jabatan Eselon 2 Kosong, Lelang Tunggu Instruksi Bupati Sugiri
“Ini memang tidak lazim, ketika ada rekrutmen perangkat desa, saya menginginkan untuk melakukan tatap muka. Hal ini saya lakukan supaya nanti semua peserta menerima hasil yang akan didapatkan. Harus siap menang dan siap kalah,” kata Kang Giri.
Ada 41 lowongan untuk pengisian perangkat desa di Ponorogo tahun 2023.Di mana jumlah tersebut, tersebar di 12 desa di 5 kecamatan. Bupati Sugiri mengingatkan lagi, jika ada peserta yang tidak lolos untuk berbesar hati dan menerima hasilnya.
Sementara untuk yang diterima, jangan larut dalam euforia yang berlebihan. “Abdikan dan hibahkan umur serta kepintaran untuk memajukan desa masing-masing,” kata orang nomor satu di Ponorogo itu. [end/suf]






