Surabaya (beritajatim.com) – Grand Final Proliga 2026 dipastikan menghadirkan partai puncak ideal yang dinantikan pecinta voli Tanah Air. Meski babak Final Four Seri Semarang belum sepenuhnya rampung, tim yang lolos ke final sektor putra dan putri sudah terkunci.
Konsistensi performa sejak babak reguler menjadi kunci keberhasilan tim-tim tersebut melaju hingga fase penentuan juara.
Di sektor putra, laga final akan mempertemukan Jakarta LavAni Livin Transmedia menghadapi Jakarta Bhayangkara Presisi.
LavAni tampil dominan sepanjang musim dengan rekor belum terkalahkan. Solidnya permainan tim menjadikan mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi datang dengan status juara bertahan. Tim yang diperkuat Agil Angga Anggara ini berambisi membalas kekalahan dari LavAni pada pertemuan sebelumnya.
Di sektor putri, partai final akan mempertemukan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia melawan Jakarta Pertamina Enduro.
Gresik dikenal dengan kekuatan kolektif tim yang solid. Sejumlah pemain seperti Shelly Bernadetha, Geofanny Eka, hingga Oleksandra Bytsenko menjadi tulang punggung permainan.
Di sisi lain, Pertamina Enduro tampil impresif berkat lini serang yang tajam. Trio Megawati Hangestri Pertiwi, Irina Voronkova, dan Wilma Salas kerap menjadi pembeda dalam setiap pertandingan.
Grand Final Proliga 2026 dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 24-26 April 2026. Laga ini diprediksi berjalan ketat mengingat kekuatan tim yang relatif berimbang.
Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, partai final ini juga menjadi panggung pembuktian bagi tim-tim terbaik Indonesia setelah melewati perjalanan panjang sepanjang musim.
Antusiasme publik pun tinggi untuk menyaksikan siapa yang akan keluar sebagai kampiun dalam duel yang disebut-sebut sebagai “final ideal” Proliga 2026. (aga)






