Blitar (beritajatim.com) – Lagu “Iclik Cinta” yang dinyanyikan oleh Mala Agatha dan Icha Cellow panen kritikan. Itu lantaran kedua penyanyi tersebut menggunakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Bung Karno Blitar sebagai latar atau tempat shooting video klip.
Masyarakat pun beramai-ramai mengungkapkan kekecewaannya. Bagaimana bisa tempat bersejarah digunakan untuk digunakan sebagai lokasi shooting lagu “Iclik Cinta”, di mana kedua penyanyinya berpakaian seksi?
Salah satu pihak yang mengkritik keras lagu “Iclik Cinta” tersebut adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Blitar. Ketua IPNU Kota Blitar, M Andy Pratama, mengkritik pedas rilisnya lagu Iclik Cinta yang menjadikan Perpusnas Bung Karno sebagai latar video klip.
“Perpustakaan Bung Karno bukan hanya sekadar tempat umum, tetapi juga simbol perjuangan nasional. Kami sangat menyayangkan tindakan yang kurang menghormati tempat ini,” ungkap Andy, Kamis (6/3/2025).
Menurut Andy apa yang dilakukan kedua penyanyi itu menunjukkan kurangnya kesadaran akan sejarah bangsa. IPNU Kota Blitar pun meminta semua pihak yang terlibat dalam lagu tersebut untuk introspeksi diri.
“Tempat ini harus dihormati. Tindakan seperti ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya sejarah. Terlebih liriknya sangat tidak mendidik,” tegasnya.
Selain IPNU Blitar, kolom komentar di akun youtube lagu “Iclik Cinta” milik Mala Agatha Official pun juga panen kritikan. Masyarakat yang geram pun ramai-ramai mengeluarkan unek-uneknya di kolom komentar.
“Ngisin-ngisini (malu-maluin) Blitar ae,” tulis akun @denyaldydormantoro9142
“Jan ketok mendo ndek makam malah digawe koyo ngene jan ngisin” i wo blitar ae,” kata akun @Fahli_Id_Chanel
Tentu apa yang dilakukan oleh kedua penyanyi ini menyakiti masyarakat Blitar bahkan Indonesia. Pasalnya Bung Karno merupakan bapak Proklamator bangsa yang seyogyanya dihormati dan bukan dijadikan latar sebagai pengambilan video klip lagu yang dianggap warga kurang mendidik seperti itu. [owi/beq]






