Mojokerto (beritajatim.com) – Wisata Sawah Sumber Gempong di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari launching program ‘Desa Berdaya’, diresmikan, Sabtu (18/12/2021). Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati memuji manajemen Pemerintah Desa Ketapanrame yang mendulang segudang prestasi tingkat regional bahkan nasional.
Ini karena Pemerintah Desa Ketapanrame dinilai pintar melihat peluang, yakni potensi desa di bidang pariwisata. Branding ajakan wisata dengan tagline ‘Sobo Ketapanrame’, diharapkan mampu menaikkan pendapatan khususnya perekonomian masyarakat setempat. Bupati juga ingin agar desa-desa lain bisa mencontoh Ketapanrame sebagai potret sukses pemaksimalan potensi.
“Ketapanrame sangat luar biasa manajemennya. Baik dari prestasi, pencapaian maupun olah potensi. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dimulai dari desa, disertai penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Saya bersyukur karena banyak stakeholders yang turut membantu. Terima kasih kepada Kades Ketapanrame dan perangkat, juga kepada seluruh warganya atas kerja keras ini,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Masih kata Bupati, Desa Ketapanrame bisa menjadi tempat studi bagi desa lain yang juga ingin berdaya. Bupati berharap, akan lebih banyak desa-desa di Kabupaten Mojokerto yang mengikuti jejak prestasi Ketapanrame. Menurutnya, makin banyak desa di Kabupaten Mojokerto yang berhasil maka makin besar rewardnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi, Desa Endah Binawati menjabarkan, tiga program andalan Provinsi Jawa Timur dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Salah satunya yakni program Desa Berdaya.
“Pemprov Jatim punya 3 program pemberdayaan masyarakat dan desa. Yakni Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Penguatan Permodalan BUMDESA (Paman Desa), serta program Desa Berdaya. Program Desa Berdaya sendiri merupakan reward dari Ibu Gubernur kepada suatu desa, yang dinilai mampu mempertahankan statusnya sebagai desa mandiri. Seluruh Jatim, sudah ada 548 desa yang dijangkau dengan total anggaran kurang lebih Rp48 miliar,” jelasnya.
Khusus Kabupaten Mojokerto, lanjut Endah, dialokasikan sekitar Rp2,4 miliar lebih untuk 14 desa. Launching program ‘Desa Berdaya’ di Desa Ketapanrame diharapkan desa menjadi sadar potensi apa yang bisa dikembangkan dan diolah. Endah menambahkan, desa harus Kreatif, Inovatif dan Produktif (KIP).
Dalam catatan lengkap, berikut ini daftar capaian penghargaan yang diperoleh Desa Ketapanrame. Antara lain Juara 1 BUMDes Terbaik 2020 Provinsi Jawa Timur, Juara 1 Desa Sejahtera Astra (DSA) 2020, Juara 3 BUMDes Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan oleh ITS Surabaya 2020, kategori 10 Besar Desa Brilian se-Indonesia oleh BRI batch 1 2021.
Desa Ketapanrame masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kemenparekraf, Juara 1 lomba video kreatif wisata desa tingkat Kabupaten Mojokerto 2021, Juara 2 lomba video kreatif potensi desa tingkat Provinsi Jawa Timur 2021, penghargaan atas dukungan nyata dalam upaya pencapaian 100 persen Akses Air Minum dan Sanitasi kategori WidyaTirta Paripurna oleh Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur 2021.
Penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik 2021 di Kabupaten Mojokerto, Juara 2 Desa Brilian se-Indonesia yang diserahkan di Jakarta, serta penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik tahun 2021 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. [tin/kun]






