Surabaya (beritajatim.com) – Prof Dedid Cahya Happyanto dikukuhkan menjadi Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Bidang Ilmu Intelligent Control & Electric Vehicle. Dalam orasi ilmiahnya, dirinya menggagas pengembangan mobil listrik smart car.
Prof Dedid mengatakan, ke depan masyarakat memerlukan kenyamanan dalam berkendara. Sehingga, konsep dan idenya tersebut akan ditawarkan kepada pemerintah.
Ia menyebut, mobil listrik hasil penelitiannya itu bakal dilengkapi smart card untuk mengontrol mobil. Kemudian dikembangkan tanpa awak dan dipantau lewat sistem Internet of Think (IoT) dan big data berbasis satelit.
Dirinya melihat, di Indonesia, pemerintah saat ini masih berupaya pada perpindahan kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik. Hal ini tertuang dalam Perpres No. 55 tahun 2019. Artinya, nanti mobil konvensional akan ditinggalkan.
“Pada tahun 2030 pemerintah Indonesia sudah mencanangkan penggunaan mobil listrik,” kata Prof Dedid ditemui usai prosesi pengukuhan di Gedung Pascasarjana PENS, Surabaya, Selasa (21/3/2023).

Pemerintah Indonesia, lanjut dia, sebenarnya sedikit tertinggal karena saat ini masih fokus pada proses penerapan mobil listrik. Berbeda dengan negara lain, mereka sudah bersiap untuk melakukan servis kendaraan listrik.
“Misalnya begitu mobil masuk bengkel operator service langsung menangani. Nanti pemerintah tinggal menyiapkan infrastruktur tentang kriminalitas atau sejenisnya,” ungkapnya.
Prof Dedid mengatakan, misalnya di Jepang, di sana sudah terdapat pabrik otomotif yang mulai membangun sistem dan sudah riset. Bahkan dalam waktu dekat sudah bisa diaplikasikan. Sehingga, dirinya berharap penelitiannya ini menjadi awal bagi pemerintah agar lebih fokus mengembangkan mobil listrik.
BACA JUGA:
Dies Natalis ke-55 Tahun, Ubaya Luncurkan Mobil Listrik
Sony dan Honda Berkolaborasi Kembangkan Mobil Listrik Bernama Afeela
5 Merk Mobil Listrik yang Bakal Dapat Subsidi Pemerintah, Ada Hyundai dan Toyota
Sebagai informasi, orasi ilmiah Prof Dedid yakni ‘Pengembangan Teknologi Mobil Listrik Smart Car dan Infrastruktur untuk Meningkatkan Pelayanan dan Keamanan Menuju Indonesia Smart City’.
Prof Dedid melihat bahwa ke depan, masyarakat membutuhkan kenyamanan dalam berkendara. Salah satunya, lewat pengembangan mobil listrik berbasis kecerdasan buatan yang tengah ia teliti. [ipl/but]






