Surabaya (beritajatim.com) – Selama dua minggu kemarin, sebanyak 18 mahasiswa Institute of Technical Education (ITE) dari Singapura belajar teknologi dan budaya di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Kegiatan student exchange ini diprakarsai oleh Temasek Foundation. Program ini memberikan beasiswa kepada peserta dari kedua negara untuk belajar sekaligus saling mengenal budaya masing-masing.
“Senang melihat mahasiswa ITE dan PENS saling berinteraksi dan bertukar pengalaman. Mereka bisa lebih akrab melalui berbagai kegiatan,” ujar Ketua Kantor Urusan Internasional PENS Iwan Syarif, ditulis Senin (18/12/2023).
Iwan mengaku, pihaknya mengupayakan betul untuk mendukung serta menyiapkan berbagai kegiatan agar mahasiswa juga bisa lebih mengembangkan diri, baik dari sisi keilmuan maupun wawasan, dan pengalaman lainnya. “Termasuk membina dan mempererat hubungan antar negara,” ungkap Iwan.
Kegiatan student exchange ini diawali dengan kunjungan mahasiswa dan dosen PENS ke Singapura pada September 2023 lalu. Di sana, mahasiswa PENS mengikuti kegiatan company visit dengan topik sustainable energy.
Saat itu, mahasiswa PENS diajak berkunjung ke perusahaan air minum milik negara. Di sana mereka belajar bagaimana Singapura mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air yang sebelumnya sempat import dari Malaysia. “Di samping itu juga mengikuti kegiatan keakraban dan sharing session,” terang Iwan.
Sementara pendamping mahasiswa ITE Singapura Ms. Ester Chan Yi Xian menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan PENS. Menurutnya, seluruh kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa ITE sangat bermanfaat dan bisa menambah kapasitas personal. “We can learn each other especially about culture and technology. And I hope this collaboration can continue in the future,” kata Ms Ester.
Terpisah, Direktur PENS Alirido Barakbah menilai jika kegiatan positif ini tentunya akan membawa banyak manfaat bagi PENS. “Pertukaran mahasiswa ini akan mempererat hubungan antara Singapura dan Indonesia terutama dari sisi pendidikan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga dapat membawa nama PENS di lingkungan pendidikan tinggi vokasi di Singapura. Artinya, kegiatan ini akan lebih mengenalkan PENS tidak hanya di level Asia saja. “Mengenalkan mahasiswa ke dunia luar dapat menambah wawasan sekaligus rasa percaya diri mereka. Menanamkan keberagaman, sehingga menumbuhkan jiwa memahami perbedaan,” imbuhnya.
Terkait kerjasama, Aliridho berharap ke depan PENS dan ITE dapat menginisiasi adanya penelitian bersama baik antar mahasiswa, maupun dosen-dosennya dengan mengoptimalkan laboratorium kedua belah pihak.
Dengan didampingi dua dosennya, 18 mahasiswa ITE tersebut selain mengikuti workshop di laboratorium PENS, juga diajak mengunjungi sejumlah tempat pembangkitan energi seperti PLTGU Gresik dan PLTU Grati Pasuruan. [ipl/kun]






