Surabaya (beritajatim.com) – Kehidupan memang rahasia Tuhan. Termasuk kenapa kita lahir di dunia dan untuk tujuan apa. Anda tidak bisa memilih apakah ingin dilahirkan atau tidak. Lahir dari ayah dan ibu seperti apa dan akan jadi anak nomor berapa.
Jika kebetulan, Anda lahir dan berada di urutan tengah dari semua saudara, mungkin anda akan merasa kurang mendapat perhatian dan kepedulian dari keluarga. Mungkin akan ada perasaan bahwa orang tua lebih sayang pada kakak atau adik. Tidak semua anak tengah akan mengalami dan merasakan hal tersebut. Tapi, mungkin saja ada yang merasakannya.
Memiliki kakak dan adik sekaligus memang seru. Rumah jadi tidak sepi dan anda punya teman berbagi. Namun, sebagai anak tengah ada hal yang sering menghantui yaitu syndrome bernama Middle Child Syndrome.
Middle Child Syndrome merupakan sebuah keyakinan bahwa anak diabaikan karena urutan kelahirannya. Menurut banyak orang, beberapa anak mungkin memiliki kepribadian dan karakteristik hubungan tertentu sebagai akibat menjadi anak tengah. Saat orang tua lebih memperhatikan anak sulung atau bungsu sehingga membuat anak tengah terabaikan.
Biasanya, anak tengah akan melampiaskan hal tersebut dengan membuat ulah guna mendapatkan perhatian. Ini sebenarnya adalah masalah psikologis, yang disebut middle child syndrome. Middle Child Syndrome dapat berlangsung hingga seorang anak tumbuh beranjak dewasa.
Anak tengah biasanya akan merasa terabaikan juga memiliki ketergantungan pada orang lain demi mendapat pengakuan. Dia juga merasa kurang percaya diri dan selalu menunggu persetujuan orang lain sebelum melakukan sesuatu.
Ada beberapa karakteristik yang biasanya terjadi pada Middle Child Syndrome. Dari segi kepribadian, anak tengah biasanya cenderung pendiam atau pemarah. Anak tengah yang mengalami sindrom ini biasanya lebih mudah tersentuh secara emosi, sehingga hal kecil saja mudah menyebabkan marah. Anak tengah biasanya juga suka menyendiri, dan cenderung pendiam.
Dari segi hubungan seseorang yang terkena middle child syndrome akan sulit merasa setara dengan saudara mereka dalam hubungan orangtua. Sehingga seringkali mencari perhatian agar bisa mendapat perhatian orang sekitar terutama dari orang tua.
Anak tengah sering pula merasa terjadinya persaingan. Sering merasa harus bersaing dengan saudaranya untuk mendapatkan perhatian dari sekitar. Sehingga karena hal tersebut, anak tengah sering merasa dirinya bukan kesayangan orang tua.
Agar hal itu tidak mudah terjadi pada Anda sebagai anak tengah. Coba menerima keberadaan diri sendiri, bicarakan dengan orang tua, atau dengan saudara lain. Jalan itu, bisa menghilangkan middle child syndrome. [dan/tur]






