Surabaya (beritajatim.com) – Iwan Sunito, pengusaha propertiasal Surabaya di Australia melalui One Global Capital mengumumkan langkah korporasi masif di pasar internasional dengan meluncurkan proyek ambisius senilai AUD1,6 miliar atau setara dengan Rp19 triliun.
Pengumuman ini menyusul tuntasnya akuisisi lahan premium seluas 1,4 hektare di kawasan Five Dock, Sydney, dengan nilai tanah mencapai Rp1,5 triliun pada Desember 2025 lalu. Aksi ini menandai transformasi besar One Global Capital dalam menetapkan standar baru hunian perkotaan terpadu di Australia melalui konsep city-within-a-city yang menggabungkan residensial, pusat perbelanjaan, dan hotel dalam satu ekosistem.
Lahan premium yang menawarkan pemandangan spektakuler ke arah Kings Bay dan Sydney CBD ini akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang terdiri dari 750 unit apartemen mewah yang tersebar di lima menara, serta hotel berkapasitas 250 kamar yang dilengkapi dengan conference centre seluas 3.000 m².
Selain itu, proyek ini akan menghadirkan pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 m² yang dirancang untuk menjadi jantung aktivitas komunitas di Inner West Sydney. Iwan Sunito menegaskan bahwa proyek ini merupakan pengembangan terbesar dalam 25 tahun kariernya, dengan skala tiga kali lebih besar dibandingkan ikon properti sebelumnya, Infinity di Green Square.
Dalam menggarap mahakarya ini, Iwan Sunito kembali berkolaborasi dengan arsitek ternama dunia, Koichi Takada, yang mengusung pendekatan desain biophilic untuk menyatukan bangunan dengan alam. Menariknya, proyek ini juga melibatkan PTI Architect Indonesia bersama Buchan Australia dalam penyusunan master plan, sebuah langkah strategis yang membuktikan daya saing firma arsitektur nasional di kancah global.
Doddy Tjahjadi, Managing Director PTI Architect menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak sejarah bagi arsitek Indonesia dalam menangani proyek berskala besar di negara maju seperti Australia.
Kawasan Five Dock sendiri merupakan hotspot investasi dengan fundamental pertumbuhan yang sangat kuat, di mana nilai hunian di wilayah tersebut terus meroket seiring masifnya pembangunan infrastruktur seperti stasiun Metro Five Dock dan Burwood.
Samuel Sunito, Direktur Capital One Global Capital, mengungkapkan bahwa minat investor global dari Amerika Serikat, Singapura, hingga Dubai sangat tinggi, termasuk para investor high net worth dari Indonesia yang membidik stabilitas pasar properti Australia. Dengan proyeksi pertumbuhan nilai properti mencapai 12% pada 2026, kawasan ini menjadi destinasi investasi yang menjanjikan imbal hasil jangka panjang yang stabil.
Berdasarkan linimasa yang telah ditetapkan, pengajuan persetujuan perencanaan akan dilakukan pada Juni 2026, diikuti dengan pembukaan Expressions of Interest (EOI) bagi investor pada kuartal kedua tahun yang sama. Proses pemasaran apartemen dijadwalkan mulai meluncur pada kuartal ketiga 2027, sementara proses konstruksi fisik diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua 2028.
Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat koridor investasi antara Indonesia dan Australia, tetapi juga menciptakan ekosistem hunian modern yang mengutamakan kesejahteraan, keberlanjutan, dan konektivitas tanpa batas bagi para penghuninya. [rea]






