Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya memperkuat jaringan dan menyatukan langkah pelaku industri event, Asosiasi Industri Event Indonesia (Ivendo) mengadakan acara halalbihalal yang dihadiri oleh anggota dan para pelaku industri event di Jawa Timur, Sabtu (12/4/2025).
Kegiatan yang berlangsung di kantor Portal Communication atau beritajatim.com ini dihadiri oleh anggota Ivendo Jatim mulai para pengusaha Event Organizer, vendor Lighting dan LED, Digital Printing, Jasa Desain Interior, Show Management, Penyelenggara Pameran dan lainnya. Hadir juga Organisasi pendukung Event yaitu Asperapi, Backstager dan Aeli Jatim.
Acara yang berlangsung dengan gayeng dan akrab ini dibuka oleh Ketua DPD Ivendo Jawa Timur, Eko Febri, yang menyampaikan pentingnya momen kebersamaan ini dalam memperkuat kolaborasi dan membangun sinergi antar pelaku industri.
“Semoga kita bisa menjalin silaturahmi dan acara ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan masyarakat. Meski kondisi setahun dua tahun ini cukup menantang, namun ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi dan sinergi harus tetap dijaga,” ujar Eko.
Acara halalbihalal ini juga menjadi forum komunikasi yang strategis, di mana anggota dapat menyampaikan masukan dan keluhan terkait kondisi industri event saat ini.

Salah satu isu utama yang disoroti adalah dampak efisiensi anggaran yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, yang turut memengaruhi keberlangsungan usaha di sektor event swasta.
“Kami menampung banyak aspirasi teman-teman. Efisiensi anggaran membuat dampak terasa ke mana-mana, khususnya sektor event. Kami juga akan terus menyuarakan kondisi ini ke pihak-pihak terkait melalui audiensi dan kerja sama dengan dinas-dinas,” ujarnya.
“Terlebih teman-teman khususnya di Jawa Timur, mengeluhkan penurunan omzet bahkan hingga 70 persen. Maka dari itu, kegiatan seperti ini penting untuk mencari solusi bersama, termasuk dalam hal regulasi dan perpajakan agar ada win-win solution,” imbuh Eko.
Pihaknya pun menjelaskan peran Ivendo ini sebagai motor penggerak industri event. Selain menjaga sinergi, asosiasi ini fokus menjadi mediator antara para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, demi menciptakan iklim industri yang sehat dan berkelanjutan.
“Program kerja Ivendo sendiri antara lain mencakup penguatan kapasitas anggota, advokasi kebijakan perpajakan, serta peningkatan literasi digital dalam penyelenggaraan event, terlebih di tengah tantangan ekonomi global dan kompetisi yang semakin ketat,” jelasnya.
“Menjadi anggota Ivendo sangat membantu kelancaran pekerjaan yang dilakukan oleh anggotanya di seluruh Indonesia. Karena bergabung di Ivendo, saat kami ada pekerjaan event dimanapun membuat biaya kegiatan menjadi jauh lebih efisien, karena perlengkapan event bisa disuport oleh anggota Ivendo di wilayah event digelar. Networking dan semangat kolaborasinya sangat terasa disini” kata Saptini Darmaningrum owner Portal Communications yang juga tuan rumah di kegiatan ini.
Ivendo juga mencoba membantu industri event agar tetap tumbuh dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
“Harapannya kolaborasi kami semakin insentif dan masif, pertumbuhan ekonomi pun semakin sehat. Kami juga ingin berkolaborasi dengan pemerintah agar terjalin lebih baik, sehingga bisa membarikan solusi atas masalah-masalah yang dikeluhkan,” pungkas Eko. (fyi/kun)






