Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima sebanyak 2.363 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025. Hasil seleksi diumumkan serentak secara daring oleh Badan Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) pada Rabu (28/5/2025) pukul 15.00 WIB.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi, Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Nani Kurniati menyampaikan bahwa tahun ini jumlah pendaftar SNBT ke ITS mencapai 37.745 orang. Dari jumlah tersebut, kuota yang disediakan sebanyak 2.363 kursi.
“Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, baik dari segi jumlah pendaftar maupun kuota mahasiswa yang diterima,” ungkap Nani.
Ia menambahkan bahwa ITS menjadi pilihan pertama bagi 17.384 pendaftar dan pilihan kedua bagi 12.538 pendaftar. Tiga program studi dengan peminat tertinggi tahun ini adalah D4 Teknik Infrastruktur Sipil, S1 Teknik Informatika, dan S1 Teknik Sistem dan Industri. Menurut Nani, peningkatan peminat ini sejalan dengan naiknya peringkat program studi teknik di ITS.
Adapun kuota jalur SNBT mencakup sekitar 30 persen dari total keseluruhan penerimaan mahasiswa baru ITS tahun ini. Selain menyediakan kuota besar, ITS juga mendukung calon mahasiswa dengan beragam program beasiswa.
Beasiswa yang tersedia antara lain Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), beasiswa Ikatan Alumni (IKA) ITS, serta berbagai beasiswa lainnya.
Bagi calon mahasiswa yang belum lolos seleksi SNBT, ITS masih membuka kesempatan melalui beberapa jalur seleksi mandiri, seperti SMITS Future Leader and Academic Talent (FLAT), SMITS Academic and Competence Excellence (ACE), dan International Undergraduate Program (IUP).
Informasi dan pendaftaran jalur mandiri tersebut dapat diakses melalui laman resmi ITS dan akan ditutup pada 4 Juni 2025. “Jalur seleksi ini masih dibuka sampai tanggal 4 Juni mendatang,” jelas Nani.
ITS juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik mahasiswa melalui berbagai fasilitas serta penerapan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.
“Ini menunjukkan citra Kampus Pahlawan sebagai institusi pendidikan teknik terbaik semakin diakui oleh masyarakat luas,” tutup Nani. [ipl/but]






