Sidoarjo (beritajatim.com) – Permasalahan penumpukan sampah hampir terjadi di semua TPS (tempat pembuangan sampah) di kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Salah satunya adalah tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Mekarsari yang terletak di Desa Kureksari Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Seperti disampaikan oleh Wishom Sahudi saat masih menjabat sebagai Kepala Desa Kureksari. Kata Wishom bahwa sampah yang diolah di TPST Mekarsari bersumber dari sampah domestik yang dihasilkan dari Perumahan Delta Sari Sidoarjo dan masyarakat sekitarnya.
Wishom menjelaskan, TPST Mekarsari ini melayani sekitar 3000 KK (kepala keluarga). TPST Mekarsari telah melaksanakan strategi pengelolaan sampah dengan cara 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). “Cara 3R yang dimaksud juga telah sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008, sehingga ramah lingkungan dan berbasis masyarakat,” katanya dalam rilis yang diterima beritajatim.com, Sabtu (17/9/2022).
Ia menjelaskan, konsep ini memiliki inti yakni reuse (menggunakan kembali sampah-sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya), reduce (mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah) dan recycle (mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat).
Dalam pelaksanaan 3R, TPST Mekarsari telah bermitra dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Ngingas Makmur yang dipimpin Ir. Zainuddin Arifin. Kerjasama tersebut berupa pembelian alat untuk menyelesaikan proses pengelolaan sampah. “Alat pengelolaan sampah yang dimiliki TPST Mekarsari saat ini antara lain pemilah sampah plastik, penggiling sampah organik dan insinerator,” terangnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”sampah”]
Dalam penanganan sampah, TPST Mekarsari juga mendapatkan bantuan peralatan dari ITS Surabaya berupa mesin pencacah sampah. Meski demikian masih terdapat beberapa kendala dalam mencapai optimalnya pengelolaan sampah di TPST Mekarsari. Karena peralatan yang dibutuhkan masih kurang.
Beberapa penanganan sampah yang belum terealisasi, antara lain pengelolaan sampah plastik yang masih tercampur dengan sampah lain dan penanganan sampah organik yang menggunakan maggot BSF (Black Soldier Fly).
Penyebab permasalahan tersebut adalah karena kurangnya dana untuk pengadaan alat pengolahan sampah. Jumlah tenaga kerja yang tidak mencukupi juga menjadi faktor kurang optimalnya penggunaan beberapa alat pengolahan sampah tersebut. “Selain itu, beberapa pekerja masih ada yang belum memahami penggunaan alat pengolahan sampah yang ada di TPST tersebut dengan baik,” ungkap Wishom.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya berupaya membantu fenomena diatas melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Menurut salah satu dosen pembimbing ITS Lissa Rosdiana Noer, S.T., M.MT. dalam acara serah terima bantuan alat pencacah sampah, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di TPST Mekarsari diharapkan mampu meningkatkan sistem pengolahan sampah di TPST Mekarsari.
Peningkatan tersebut melalui pemberian bantuan berupa mesin pengolah sampah produk BUMDES Ngingas Makmur Abadi. “Harapan kami sistem pengelolaan sampah di TPST Mekarsari dapat berkembang lebih baik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”its”]
Lissa juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan KKN ini, mahasiswa juga berpartisipasi pada perencanaan pengelolaan sampah di TPST Mekarsari. “Setelah kegiatan KKN dilakukan, TPST Mekarsari diharapkan dapat mengalami peningkatan kinerja dalam pengelolaan sampah di Perumahan Deltasari Sidoarjo dan sekitarnya dengan optimal,” harapnya.
Dalam kesempatan sama, Gogor Arif Handiwibowo, S.T., M.MT. sekalu dosen pembimbing kegiatan KKN mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan ITS menambahkan, bantuan peralatan ini juga diharapkan dapat membantu menyelesaikan beberapa problem tersebut dengan memberikan flowchart alur pengolahan sampah yang baik, administrasi baik dari sisi keuangan dan proses masuk dan keluar sampah dari TPST Mekarsari.
“Program kegiatan pengabdian masyarakat yang berkolaborasi dengan KKN mahasiswa ITS diharapkan dapat membantu memberikan aplikatif ilmu pengetahuan terhadap pihak terkait melalui komunikasi dengan pengurus di TPST Mekarsari,” jelasnya menutup. [isa/suf]






