Surabaya (beritajatim.com) – ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) mengenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk penyandang tunanetra. Hal ini sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka melalui teknologi inovatif.
Dikemas dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) dari Departemen Teknik Informatika, kegiatan ini diadakan di SMP Luar Biasa – A (SMPLB-A) Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya.
Program Abmas yang dipimpin oleh Dini Adni Navastara ini mengembangkan produk yang sebelumnya merupakan hasil proyek akhir mahasiswa di kelas Kecerdasan Artifisial.
“Kami bertujuan menghadirkan teknologi yang inklusif dan langsung dapat digunakan oleh mereka yang membutuhkannya, melalui kegiatan ini,” kata Dini, Kamis (12/9/2024).
Dalam kegiatan ini, siswa dan guru di SMPLB-A YPAB Surabaya diperkenalkan dengan alat bantu bernama Neutrack AI Glove, sarung tangan pintar yang membantu tunanetra dalam bernavigasi dan mengenali objek di sekitar mereka.
Pelatihan meliputi demonstrasi, uji coba lapangan, dan diskusi untuk memperoleh umpan balik. Beberapa guru mencatat bahwa alat ini lebih modern dan praktis dibandingkan dengan alat bantu tradisional seperti tongkat atau topi.
Dini menambahkan, setelah kegiatan ini, tim ITS berencana melanjutkan kemitraan dengan SMPLB-A YPAB Surabaya. Ia berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi siswa dan guru.
Dengan dukungan dari ITS melalui program Abmas ini, diharapkan siswa tunanetra di SMPLB-A YPAB Surabaya dan di tempat lain dapat mengakses teknologi yang mempermudah kehidupan sehari-hari mereka. “Kami ingin mereka merasa lebih mandiri dan mampu melakukan aktivitas tanpa batasan yang berarti,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMPLB-A YPAB, Drs Eko Purwanto mengatakan, produk ini lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Setelah uji coba, siswa menunjukkan kemudahan dalam menggunakan alat ini.
“Mereka juga memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut agar alat ini dapat dioptimalkan dan diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami langsung teknologi AI yang sering hanya dipahami secara teori atau melalui media. Uji coba ini memungkinkan siswa untuk memahami manfaat dan tantangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. [ipl/suf]






