Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) masing-masing membuka program studi (prodi) baru yang dirancang untuk menghadapi tantangan industri 4.0 dan mendukung ketahanan pangan nasional.
ITS meluncurkan Prodi D4 Analitika Logistik Terapan untuk mendukung kemajuan industri logistik yang semakin berkembang. Prodi ini, fokus pada penggunaan analisis data dan teknologi dalam mengelola sistem logistik yang lebih efisien.
Dosen Departemen Statistika Bisnis ITS, Iis Dewi Ratih, menjelaskan bahwa dalam era digital saat ini, analisis data menjadi kunci dalam rantai pasok dan distribusi barang yang semakin kompleks.
“Prodi ini hadir untuk menghasilkan tenaga ahli yang mengintegrasikan statistika dan logistik untuk menjawab kebutuhan industri,” ujar Iis, ditulis Selasa (18/2/2025).
Mahasiswa Prodi D4 Analitika Logistik Terapan akan dibekali keterampilan dalam pengolahan data, pemrograman, serta manajemen rantai pasok dan bisnis logistik. Kurikulum ini mencakup mata kuliah seperti Matematika Dasar, Komputasi Data, Teknik Analitika, dan Bisnis Logistik.
Lulusan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional industri, serta memperlancar proses produksi dan mengoptimalkan biaya operasional. Prodi ini juga menawarkan prospek kerja luas di sektor distribusi dan logistik, manufaktur, e-commerce, serta sektor keuangan dan pemerintahan.

Selain itu, Unesa juga meluncurkan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) dengan lima program studi baru. Dekan FKP, Nining Widyah Kusnanik, menjelaskan bahwa fakultas ini fokus pada pengembangan teknologi pertanian, peternakan, perikanan, dan agribisnis untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia.
“Fakultas ini dibentuk untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan menghadapi tantangan industri 4.0,” kata Nining.
Fakultas ini menawarkan lima Prodi S1, yaitu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Biosains Hewan, Akuakultur, Agribisnis Digital, dan Bioteknologi.
Program studi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja di industri pangan, riset, wirausaha, dan sektor pemerintahan. Prodi Agribisnis Digital, misalnya, mengintegrasikan ilmu pertanian, ekonomi, dan teknologi untuk mengelola bisnis pertanian secara efisien.
Sementara Prodi Bioteknologi berfokus pada penerapan ilmu bioteknologi dalam bidang pertanian dan pangan, membuka peluang karir di sektor industri dan penelitian.
Bagi calon mahasiswa, kedua universitas membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2025/2026 melalui jalur SNBT dan mandiri, dengan kuota terbatas di masing-masing prodi. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi masing-masing universitas. [ipl/ian]






