Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menggelar acara Circular Ekonomi Forum 2025.
Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan konsep revolusioner, yaitu prinsip **9R** dalam ekonomi sirkular, sebagai solusi untuk mengurangi limbah dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam.
Susi Agustina Wilujeng, Kepala Departemen Teknik Lingkungan ITS Surabaya, menjelaskan secara rinci tentang prinsip 9R. Ia memaparkan bahwa konsep ini tidak hanya terbatas pada daur ulang, melainkan serangkaian langkah holistik yang mencakup: Rethink (Memikirkan ulang) Refuse (Menolak), Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Repair (Memperbaiki), Refurbish (Memperbarui), Remanufacture (Membuat ulang), Repurpose (Menggunakan untuk tujuan lain) dan Recover (Memulihkan).
Menurut Susi, implementasi 9R dapat membantu perusahaan dan masyarakat untuk bergeser dari model ekonomi linear yang boros sumber daya menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Forum ini juga dihadiri oleh Regional Public Affairs Manager CCEP Indonesia, Armytanti Hanum Kasmito, dan Ketua Tim Kerja Pengembangan Kerjasama dan Sarana Prasarana Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Agus Sutjahjo. Kehadiran perwakilan dari sektor swasta dan pemerintah ini menunjukkan komitmen kolaboratif dalam mendukung agenda lingkungan.
Agus Sutjahjo menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah sangat krusial dalam menciptakan ekosistem yang mendukung ekonomi sirkular. Sementara itu, Armytanti Hanum Kasmito menyatakan bahwa CCEP Indonesia terus berinvestasi dalam teknologi dan program yang sejalan dengan prinsip-prinsip ini, membuktikan bahwa perusahaan dapat berkontribusi positif bagi lingkungan sambil tetap berinovasi.[rea]






