Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka program studi (prodi) baru Teknik Pertambangan untuk pertama kalinya pada tahun akademik 2025 melalui jalur Seleksi Mandiri gelombang kedua. Prodi ini berada di bawah naungan Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS.
Dekan FTSPK ITS, Prof. Adjie Pamungkas menyampaikan bahwa prodi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang eksplorasi dan pengelolaan sumber daya mineral.
“Mahasiswa akan dibekali pemahaman mulai dari studi kelayakan, proses penambangan, hingga penutupan tambang. Mereka juga akan mempelajari geoteknik, geofisika, geologi, dan material,” jelasnya, Kamis (26/6/2025).
Sedangkan, Ketua Prodi Teknik Pertambangan ITS, Akbar Kurniawan menyoroti rendahnya jumlah lulusan Teknik Pertambangan secara nasional yang belum mampu memenuhi permintaan industri.
Ia mengungkapkan, saat ini hanya tersedia sekitar 4.700 lulusan per tahun, sementara sektor pertambangan diperkirakan membutuhkan hingga 9 juta tenaga kerja hingga 2040. “Ada kekurangan sekitar 74 persen tenaga kerja di sektor ini,” ungkapnya.
Akbar menambahkan, kurikulum dirancang agar lulusan tak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi pemimpin lapangan dan inovator dalam pengembangan sistem pertambangan yang berkelanjutan.
“Mereka tidak sekadar dihadirkan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja, tetapi untuk tampil sebagai sosok yang memiliki peran strategis,” tegasnya.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati menjelaskan bahwa pendaftaran mahasiswa baru prodi ini hanya tersedia lewat jalur Seleksi Mandiri ITS (SMITS) Academic Competence Excellence (ACE) gelombang ke-2. “Karena prodi ini masih baru, maka untuk tahun ini belum tersedia di jalur nasional seperti SNBP dan SNBT,” ujarnya.
Nani menjelaskan, seleksi tidak hanya berbasis nilai UTBK dan/atau Tes SMITS, tetapi juga mempertimbangkan prestasi akademik, non-akademik, serta nilai rapor pada mata pelajaran pendukung. “Untuk Teknik Pertambangan, mata pelajaran relevan yang dinilai khusus adalah Fisika,” tambahnya.
Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur.
Pendaftaran jalur mandiri ini dibuka hingga 30 Juni 2025. Informasi lebih lanjut dan akses pendaftaran tersedia di laman resmi ITS: www.its.ac.id/admission. [ipl/ian]






