Sumenep (beritajatim.com) – Tetesan air garam dari truk pengangkut garam di wilayah Madura menjadi perhatian utama karena dianggap sebagai potensi penyebab kecelakaan lalu lintas yang serius.
Pada Senin (25/09/2023), anggota dari organisasi masyarakat Madura Asli (Madas) melakukan unjuk rasa di Jembatan Suramadu. Mereka mengecam tingginya angka kecelakaan yang disebabkan oleh tetesan air garam dari truk di wilayah Kecamatan Tanah Merah, Galis, dan Blega, Bangkalan.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo, juga mengambil sikap terkait masalah ini. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta perusahaan-perusahaan garam di Madura.
“Kami tidak hanya akan berbicara dengan PT Garam, tetapi juga dengan beberapa perusahaan garam lainnya di Madura, khususnya di Sumenep,” katanya pada Rabu (27/9/2023).
BACA JUGA:
Jembatan Suramadu Diblokade Pendemo Tetesan Air Garam
Fauzi Wongsojudo berjanji akan mengundang perwakilan dari perusahaan-perusahaan garam tersebut untuk mendengarkan keluhan masyarakat. “Jika memang tetesan air garam ini menjadi penyebab kecelakaan, maka kami akan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, Satlantas Polres Sumenep telah memberikan himbauan kepada para sopir truk, termasuk truk pengangkut garam, untuk memastikan keamanan muatan mereka.
BACA JUGA:
Air Garam Bangkalan Picu Kecelakaan, Dishub Provinsi Diminta Turun Tangan
“Kami mengingatkan para sopir agar saat mengangkut material menggunakan terpal dan tidak melebihi kapasitas muatan yang aman,” kata Kanit Turjawali, Aiptu Jaelani.
Khusus untuk truk yang mengangkut garam, ia menekankan pentingnya menutup rapat muatan garam dan menjaga agar tidak tumpah di jalan. “Karena jika garamnya tumpah, itu dapat membuat jalan licin dan meningkatkan risiko kecelakaan,” jelasnya. [tem/beq]






