Pamekasan (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Pamekasan angkat suara terkait isu peleburan atau merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra yang ramai diperbincangkan di media sosial. Isu tersebut ditegaskan tidak benar dan dinilai merugikan seluruh kader partai.
Ketua DPD NasDem Pamekasan, Mustafa Afif, menyebut kabar tersebut tidak hanya berdampak pada elite partai, tetapi juga melukai perasaan kader di daerah.
“Isu ini tidak hanya merugikan ketua kami di DPP, tapi juga menyakiti kami yang ada di daerah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto tidak membahas rencana merger. Pertemuan tersebut disebut hanya sebatas diskusi mengenai arah dan strategi partai ke depan, termasuk menghadapi Pemilu 2029.
“Pertemuan antara Pak Surya Paloh dan Prabowo Subianto hanya diskusi progres partai ke depan, terutama menghadapi Pemilu 2029. Jadi tidak membahas soal merger Partai NasDem dan Partai Gerindra,” ungkapnya.
Mustafa menilai, wacana merger tersebut tidak rasional mengingat capaian elektoral Partai NasDem pada Pemilu 2024 yang mencapai lebih dari 14 juta suara.
“Pada Pemilu 2024, perolehan Partai NasDem mencapai 14 juta lebih, dan menjadi prestasi tersendiri bagi partai. Sehingga dengan perolehan sebanyak itu, tidak masuk akal jika kemudian di-merger dan diakuisisi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa membangun partai politik bukan perkara mudah, melainkan melalui proses panjang dan perjuangan besar.
“Artinya ini menyangkut marwah partai, dan kami perlu bersikap sesuai arahan dari DPW dan DPP. Tapi kami partai tetap solid dan satu komando untuk memajukan partai,” sambungnya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap isu yang berkembang, DPD NasDem Pamekasan mengumpulkan jajaran pengurus dan kader di kantor DPD pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil untuk menjaga soliditas internal sekaligus memberikan klarifikasi kepada kader di tingkat bawah.
“Kami berharap isu seperti ini tidak terjadi lagi, dan cukup NasDem yang merasakan,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menilai kemunculan wacana merger sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar terjadi di ruang publik.
Ia menegaskan bahwa berbagai spekulasi politik merupakan hal lumrah, terutama menjelang kontestasi besar seperti Pemilu 2029. [pin/beq]






