Pamekasan (beritajatim.com) – Komisioner Komnas Perempuan, Dr Imam Nakha’i menegaskan jika perempuan memiliki peran sangat penting dalam keberlangsungan sebuah keluarga, sekaligus memiliki kedudukan setara dengan laki-laki berdasar pandangan Islam.
Hal tersebut disampaikan saat mengisi materi Ngaji Keadilan Gender dengan tema ‘Kerjasama Laki-Laki dan Perempuan Perspektif Tafsir Mubadalah’, pada ajang internasional Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Senin (10/1/2022).
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Mushala Putra Kompleks Pesantren Bata-Bata, pria yang akrab disapa Kiai Nakha’i mengulas secara detail berbagai kisah perempuan, khususnya pada masa pra Islam atau pada zaman Jahiliyah.
“Sebelum datangnya Islam, nasib perempuan diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi. Di mana para perempuan diibaratkan sebuah benda yang bebas diperlakukan apa saja oleh laki-laki, termasuk juga banyak beragam tradisi yang sangat menyakitkan bagi kaum perempuan,” kata Dr Imam Nakha’i.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pekan-ngaji”]
Berdasar catatan sejarah, kaum perempuan justru dinilai sebagai aib bagi sebuah keluarga. Sehingga tidak jarang mereka harus perlakuan yang sangat menyakitkan. “Pada masa Jahiliyah, perempuan diperlakukan layaknya benda yang bisa diwariskan dan dihibahkan,” ungkapnya.
“Keberadaan kaum perempuan justru dianggap sebagai titisan syaitan, sedangkan laki-laki diciptakan Tuhan. Bahkan lebih miris lagi, ketika orang tua melahirkan anak perempuan akan langsung dikubur hidup-hidup. Sebab bagi mereka, melahirkan bayi perempuan dianggap hina dan membawa aib bagi keluarga,” jelasnya.
Bahkan dalam kisah Umar bin Khattab Radiyallahu ‘Anhu, juga dikisahkan jika Ibn Khattab juga pernah mengur anaknya hidup-hidup semasa belum memeluk Islam. “Hal itu dilakukan demi menutup aib keluarga, karena kedudukan beliau dianggap terhormat di kalangan bangsa Arab,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pekan-ngaji”]
Namun berdasar pandangan Islam, perempuan justru memiliki kedudukan terhormat dan setara dengan kaum laki-laki. “Islam datang membawa perubahan dan mengangkat derajat perempuan menjadi lebih manusiawi dan sangat terhormat,” tegasnya.
“Dalam Islam, perempuan juga mendapat hak warisan dan tidak lagi menjadi warisan. Perempuan juga bukan lagi sebagai aib bagi keluarga, bahkan sosok perempuan juga memiliki peran penting dalam keberlangsungan sebuah keluarga,” sambung Kiai Nakha’i.
Tidak hanya itu, Islam juga memberikan legitimasi jika semua manusia memiliki hak yang sama. Baik bagi kaum laki-laki dan perempuan. “Islam adalah agama yang berkeadilan, tidak ada yang dibada-bedakan. Kedudukan semua umat manusia sama, yang menjadi pembeda hanya ketakwaan seperti dalam QS Al-Hujarat Ayat 11,” pungkasnya. [pin/kun]






