Ringkasan Berita:
- IPSI Kabupaten Blitar menegaskan komitmen menjaga soliditas organisasi dan memperkuat pembinaan atlet pencak silat.
- Rapat rutin pengurus membahas berbagai agenda kejuaraan, termasuk persiapan Popda Jawa Timur 2026.
- Pengurus memastikan seluruh program dan seleksi atlet dilakukan secara terbuka melalui musyawarah bersama.
- IPSI mengajak seluruh perguruan pencak silat menjaga kebersamaan demi melahirkan atlet berprestasi.
Blitar (beritajatim.com) – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas organisasi dan fokus pada pembinaan atlet. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat rutin pengurus yang sekaligus menjadi ajang koordinasi menghadapi berbagai agenda pertandingan yang akan datang.
Ketua Dewan Pakar IPSI Kabupaten Blitar, Nurhudiana, mengatakan rapat tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain membahas program organisasi, forum juga menjadi ruang musyawarah untuk menyamakan persepsi di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
“Rapat ini rutin untuk koordinasi pengurus. Hari ini kita membahas beberapa fenomena yang terjadi supaya tidak ada salah paham. Kita sepakat bahwa roh IPSI adalah kebersamaan,” ujar Nurhudiana, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, tujuan utama IPSI Kabupaten Blitar adalah mewadahi pembinaan prestasi pencak silat sekaligus melestarikan budaya bangsa melalui olahraga pencak silat. Karena itu, seluruh pengurus diminta tetap fokus pada pembinaan atlet dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat mengganggu jalannya organisasi.
“Tugas IPSI adalah mewadahi pembinaan prestasi pencak silat. Jadi mari kembali ke tujuan utama IPSI Kabupaten Blitar dan jangan terprovokasi hal-hal yang justru merusak kebersamaan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, pengurus juga membahas sejumlah agenda pertandingan yang akan dihadapi atlet pencak silat Kabupaten Blitar, mulai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), kejuaraan daerah, hingga yang paling dekat adalah persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026 yang berdasarkan informasi dari Dispora akan digelar pada Oktober hingga November mendatang.
Nurhudiana menegaskan seluruh program yang dijalankan IPSI selama ini selalu diputuskan melalui musyawarah bersama. Karena itu, ia membantah anggapan yang menyebut organisasi tidak transparan dalam pelaksanaan kegiatan maupun penentuan atlet.
“Kalau ada penilaian di luar bahwa IPSI tidak transparan, itu tidak benar. Dari awal semua kegiatan selalu dimusyawarahkan bersama. Seleksi atlet dilakukan terbuka dan yang mewakili daerah harus yang terbaik kan gitu, jadi gak ada itu memilih satu perguruan juga enggak seperti itu,” tegasnya.
Hal serupa juga diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi pelatih maupun juri. Menurut Nurhudiana, seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI selalu diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.
“Kita selalu menawarkan kepada seluruh anggota untuk ikut diklat pelatih maupun juri. Harapannya semua perguruan bisa berkembang dan memiliki standar pembinaan yang sama. Nah nanti setelah digelanggang terjadi bagaimana, akan terlihat siapa yang latihannya tekun,” ujarnya.
Salah satu kesepakatan penting dalam rapat tersebut adalah komitmen bersama untuk menyukseskan Popda Jawa Timur 2026. Pengurus IPSI Kabupaten Blitar sepakat proses seleksi atlet dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kemampuan atlet yang ditunjukkan dalam pertandingan.
“Tadi kita juga sepakat menyukseskan Popda. Kalau ada seleksi ya seleksi bersama-sama. Nanti yang berbicara adalah hasil pertandingan dan kualitas atlet yang dibina oleh masing-masing perguruan,” kata Nurhudiana.
Ia berharap seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Blitar terus menjaga semangat persatuan dan kebersamaan demi melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan semangat guyub dan musyawarah yang terus dijaga, IPSI Kabupaten Blitar optimistis mampu menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Blitar sebagai salah satu daerah dengan tradisi pencak silat yang kuat di Jawa Timur. [owi/beq]






