Ringkasan Berita:
- Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari hingga 7 Oktober 2026.
- Sebanyak enam kecamatan mengalami krisis air bersih dan menjadi prioritas penanganan.
- BPBD Lumajang mulai mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak sejak Kamis (16/7/2026).
- Distribusi air akan dilakukan secara bertahap selama musim kemarau berlangsung.
Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari sebagai respons terhadap meningkatnya krisis air bersih di sejumlah wilayah saat musim kemarau.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026. Status tanggap darurat diberlakukan hingga 7 Oktober 2026 guna mempercepat penanganan dampak kekeringan dan menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang), Isnugroho, mengatakan saat ini terdapat enam kecamatan yang telah dipetakan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro. Dari enam kecamatan tersebut, Ranuyoso dan Gucialit menjadi daerah yang selama ini paling sering mengalami kekurangan pasokan air bersih saat musim kemarau.
“Jadi, ada beberapa kecamatan yang selama ini selalu mengalami kekurangan air bersih, ini kita akan mitigasi agar kebutuhan airnya cukup melalui tangki-tangki yang kita punya,” ujar Isnugroho di Lumajang, Jumat (17/7/2026).
Menurut Isnugroho, wilayah yang masuk zona kekeringan akan menjadi prioritas penanganan karena dalam lima musim kemarau terakhir selalu mencatat kebutuhan distribusi air bersih paling tinggi.
BPBD Lumajang pun telah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak sejak Kamis (16/7/2026). Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki air milik BPBD dan akan diperluas secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
“Sejak kemarin sudah dimulai distribusi air di titik yang terdampak kekeringan, seperti di Ranuyoso, nanti akan terus bertahap ke titik-titik lain,” ungkapnya. [has/beq]

as a preferred source on Google




