Ringkasan Berita:
- IPOT meluncurkan AI Trading pertama dan diklaim menjadi satu-satunya platform investasi berbasis AI di Indonesia.
- Teknologi AI digunakan sebagai mesin pengambilan keputusan investasi (Decision Intelligence), bukan sekadar fitur pelengkap.
- Platform memanfaatkan AI Big Data, Machine Learning, dan AI Inferencing untuk mengolah jutaan data pasar secara real time.
- Investor ritel kini dapat mengakses teknologi analitik yang sebelumnya hanya tersedia bagi institusi keuangan besar.
Jakarta (beritajatim.com) – Transformasi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai sektor industri di dunia, termasuk layanan keuangan. Namun, pemanfaatan AI pada sebagian besar aplikasi investasi di Indonesia selama ini masih terbatas sebagai fitur pendukung, seperti chatbot, mesin pencari informasi, atau pembuat ringkasan berita.
Melihat kondisi tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan inovasi baru melalui peluncuran IPOT AI Trading, yang diklaim sebagai AI Trading pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berbeda dengan pendekatan yang umum digunakan, IPOT menempatkan AI sebagai inti dari proses pengambilan keputusan investasi atau Decision Intelligence, bukan sekadar pelengkap antarmuka digital.
Melalui pendekatan AI-based Trading for the Mass Market, IPOT membawa teknologi analitik yang selama ini hanya dimanfaatkan oleh institusi keuangan besar, hedge fund, dan investor profesional agar dapat diakses oleh investor ritel di Indonesia.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, nilai terbesar AI bukan hanya mampu menjawab pertanyaan atau merangkum informasi, melainkan mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kemampuan manusia untuk menghasilkan keputusan investasi yang lebih akurat.
“AI yang sesungguhnya bukan sekadar mampu menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Nilai terbesar AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kapasitas manusia untuk menghasilkan insight yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi. Bagi IPOT, AI bukan sekadar fitur digital, melainkan fondasi baru dalam cara investor memahami pasar, mengevaluasi risiko, dan mengambil keputusan investasi,” tegas Moleonoto The.
Setiap detik, pasar modal menghasilkan jutaan data mulai dari perubahan harga saham, antrean order book, arus dana asing, aktivitas broker, laporan keuangan, hingga indikator teknikal. Menurut IPOT, seluruh data tersebut baru memiliki nilai ketika mampu diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang objektif.
Untuk mewujudkannya, IPOT membangun tiga fondasi utama teknologi AI Trading.
Fondasi pertama adalah AI Big Data Real-Time, yaitu infrastruktur yang mampu menangkap, mengintegrasikan, dan memproses jutaan variabel pasar secara simultan menggunakan Machine Learning, analisis probabilitas, pengenalan pola (pattern recognition), hingga time-series analysis.
Fondasi kedua adalah AI Inferencing, yakni kemampuan AI melakukan analisis dan evaluasi terhadap data baru secara berkelanjutan sehingga mampu mendeteksi perubahan momentum pasar, anomali transaksi, maupun peluang investasi secara objektif.
Sementara fondasi ketiga adalah AI-Powered Decision Engine, yaitu mesin analitik yang mengevaluasi dinamika pasar secara konsisten tanpa dipengaruhi faktor emosional sehingga menghasilkan perspektif investasi berbasis data.
Kapabilitas tersebut kemudian diterapkan ke dalam lima fitur utama IPOT AI Trading, yakni AI Analytics, AI Trade Flow, AI Notification, AI Financial, dan AI Real-Time Indicators.
AI Analytics berfungsi melakukan inferensi terhadap fundamental perusahaan, volatilitas saham, serta indikator teknikal. AI Trade Flow menganalisis distribusi volume perdagangan, pola akumulasi, aktivitas broker, dan arus transaksi guna mengukur kualitas pergerakan harga saham.
Sementara AI Notification memberikan pengingat pintar berdasarkan perubahan instrumen investasi. AI Financial menyajikan analisis kesehatan keuangan perusahaan beserta proyeksi kinerjanya. Adapun AI Real-Time Indicators menghadirkan indikator pasar yang diperbarui secara dinamis mengikuti kondisi perdagangan.
Menurut IPOT, kehadiran teknologi tersebut memungkinkan investor ritel memperoleh akses terhadap kemampuan analitik yang sebelumnya hanya tersedia bagi institusi besar.
“Investor ritel kini dapat memanfaatkan teknologi analitik yang sebelumnya hanya tersedia bagi pelaku pasar berskala institusi, langsung dari satu aplikasi investasi. Inilah makna sesungguhnya dari bringing AI-based trading to the mass market, yakni menghadirkan teknologi AI yang sebelumnya eksklusif menjadi lebih inklusif, lebih mudah diakses, dan lebih bermanfaat bagi jutaan investor Indonesia.”
IPOT juga menegaskan bahwa AI sejati bukan sekadar proses pemrograman atau coding, melainkan kemampuan melakukan AI Inferencing untuk mengubah Big Data menjadi dasar pengambilan keputusan investasi yang cepat, objektif, dan terukur.
Melalui Machine Learning dan algoritma tingkat lanjut, sistem AI mengintegrasikan berbagai variabel pasar, mulai dari transaksi tick-by-tick hingga fundamental perusahaan, menjadi satu ekosistem analitik yang komprehensif.
Kemampuan tersebut diwujudkan melalui dua mesin analitik utama, yakni AI Analytics yang mengevaluasi indikator teknikal dan fundamental, serta AI Trade Flow yang membedah distribusi volume perdagangan dan aktivitas broker guna mengungkap kualitas sesungguhnya di balik pergerakan harga saham.
Peluncuran IPOT AI Trading juga didukung oleh infrastruktur teknologi yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Dengan dana kelolaan (asset under custody) sekitar Rp312 triliun, IPOT memiliki volume data yang besar untuk melatih model AI agar mampu mengenali pola pasar secara lebih akurat.
Platform tersebut terintegrasi dalam satu ekosistem investasi yang mencakup saham, reksa dana, dan obligasi, sehingga seluruh proses investasi dapat dilakukan melalui satu aplikasi.
Selain mengandalkan AI, IPOT juga mengombinasikan hasil analisis teknologi dengan riset institusi yang disusun oleh tim analis untuk memberikan konteks ekonomi yang lebih mendalam kepada investor.
Perusahaan turut menempatkan keamanan sebagai prioritas melalui penerapan sistem keamanan siber berlapis untuk melindungi akun investor dari berbagai ancaman digital, termasuk phishing.
“IPOT memandang bahwa masa depan investasi tidak ditentukan oleh banyaknya fitur AI, melainkan oleh infrastruktur yang mampu mengintegrasikan data menjadi keputusan finansial yang nyata. Melalui investasi berkelanjutan pada AI Big Data, sistem keamanan berlapis, serta riset institusi, IPOT berkomitmen membawa investor ke era baru yang lebih objektif dan presisi. Komitmen ini menegaskan bahwa AI sejati bukan sekadar membuat informasi lebih mudah dibaca, tetapi membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik,” pungkas Moleonoto The. [beq]








