Hatay (beritajatim.com) – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy terbang ke Hatay, Turkiye. Muhadjir mengunjungi basecamp Basarnas untuk menyuntik semangat tim SAR Indonesia (Indonesian Search and Rescue/INASAR) yang terjun dalam evakuasi korban gempa dahsyat.
Muhadjir Effendy berdialog dengan seluruh tim mengenai perkembangan proses pencarian dan penyelamatan para korban gempa di Hatay. Sebagai catatan, Hatay merupakan satu dari 10 provinsi Turkiye yang terdampak gempa cukup parah.
Dia terkesan dengan upaya tak kenal lelah putra-putra Indonesia yang terlibat dalam INASAR. Mereka tak berhenti mencari korban korban baik yang masih hidup maupun meninggal dunia.
Kerja tim INASAR ini terbilang cukup berat. Sebab, selain harus berjibaku dengan reruntuhan bangunan, mereka harus menghadapi iklim ekstrem dengan suhu hingga minus 0 derajat Celcius.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik untuk sisa tugas-tugas yang bersangkutan dan terus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Turkiye, masyarakat Turkiye, karena ini merupakan bagian dari misi UN (United Nations),” ujar Muhadjir.
Tugas-tugas tersebut, kata Muhadjir, betul-betul bisa mendapat kepercayaaan. Tidak hanya sebagai wakil Indonesia namun juga wakil dunia.
BACA JUGA: Tim Kesehatan Indonesia Siapkan Pelayanan Medis di Hatay
Muhadjir Effendy juga menyempatkan waktu bertemu Menteri Kesehatan Turkiye, Fahrettin Koca, untuk memastikan bantuan dari Indonesia diterima dengan baik. Baik itu personel tim SAR dan Emergency Medical Team (EMT) maupun perangkat serta makanan untuk para korban gempa.
Pemerintah Indonesia, ucap Muhadjir, berkomitmen kuat membantu Turkiye mengatasi dampak gempa. Tidak berhenti sampai di evakuasi namun hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bila diperlukan.
Saat ini, Pemerintah Turkiye masih mengharapkan sejumlah bantuan terutama vaksin, serum tetanus, serta rabies. Ini lantaran paska pencarian korban, biasanya muncul sejumlah penyakit menular.
BACA JUGA: Tiba di Turkiye, Tim Kemanusiaan Indonesia Langsung ke Lokasi Terdampak Gempa
Memenuhi kebutuhan tersebut, terang Muhadjir, Pemerintah Indonesia menawarkan bantuan dokter spesialis penyakit menular. Juga vaksin dan serum serta obat-obatan. Pemerintah Indonesia telah mengirimkan 10 ribu vaksin dan serum tetanus paska-gempa Turkiye.
“Rakyat Indonesia dan Turkiye adalah bersaudara, derita rakyat Turkiye adalah derita rakyat Indonesia. Oleh karena itu kalau kita membantu memang sudah seharusnya. Begitu juga dengan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Turkiye ketika Indonesia dalam kesusahan, mereka cepat datang membantu Indonesia,” kata Muhadjir.
Dalam kunjungan tersebut, Muhadjir didampingi Kepala BNPB Suharyanto, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Sesmenko PMK Andie Megantara, Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan BASARNAS Ribut Eko Suyatno, Deputi Bidang PIP Polhukam PMK Iwan Taufiq Purwanto, Inspektur Utama BPNP Iwan Saragih. [beq]






