Sidoarjo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur Sidoarjo sejak Rabu (19/12/2025) sore hingga malam, mengakibatkan sejumlah kawasan di jantung kota Sidoarjo banjir. Ditambah debit air sungai yang melintas kota seperti di Sungai Sidokare meningkat.
Banjir yang terjadi di wilayah Sidoarjo kota seperti, di Kelurahan Magersari, Banjarbendo, Banjarpoh, Sidokare, Sidoklumpuk, Jasem, dan sejumlah titik lainnya.
Sejumlah permukiman tergenang dengan ketinggian air beragam. Di Kelurahan Magersari, air setinggi sekitar 20 sentimeter terlihat di RT 16 RW 05, RT 19 RW 05, dan RT 11 RW 04. Warga masih dapat beraktivitas meski akses jalan melambat.
Kondisi serupa terjadi di Desa Banjarbendo dengan ketinggian air mencapai 25 cm di RT 12 RW 06. Genangan menutup sebagian jalur lingkungan dan membuat kendaraan melaju perlahan.
Di Kelurahan Sidokare genangan mencapai 30 cm di RT 20 RW 05, RT 21 RW 05, dan RT 22 RW 05. Dan di Desa Sidoklumpuk, genangan meluas dengan ketinggian 30 hingga 35 cm. Air tersebut naik tidak lama setelah hujan turun.
Genangan juga dilaporkan di Kecamatan Candi. Desa Balonggabus terdampak di RT 01 RW 03, RT 02 RW 03, dan area Balaidesa Klurak dengan ketinggian 10 sampai 25 cm.
Humas BPBD Kab. Sidoarjo, Yoli Wisnu Purboyo mengatakan upaya penanganan dilakukan dengan asesmen lapangan oleh tim BPBD Sidoarjo. Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan juga sudah dilakukan untuk mempercepat mitigasi.
“Kami memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa, aktivitas warga juga tetap berlangsung meski beberapa wilayah masih tergenang,” ucapnya kepada wartawan Kamis (20/11/2025).
Pemantauan banjir terus diakukan pada titik-titik rawan, petugas BPBD Kab. Sidoarjo juga melakukan pengukuran ketinggian air untuk memastikan situasi tetap terkendali. (isa/ted)






