Jakarta (beritajatim.com) – Instruktur Wasit AFC Raymond Olivier menyatakan jika kursus refer system membantu kinerja perwasitan di Indonesia.
Ini adalah ketiga kalinya Departemen Perwasitan PSSI mengadakan acara serupa. Pada tahap ketiga ini materi yang diberikan amat beragam.
Mulai dari bagaimana menilai keputusan wasit dalam sebuah pertandingan, review serta analisa pertandingan, VAR protocol, Amandemen LOTG 2024/2025, menganalisis kinerja wasit dengan Key Match Incident, serta kompetensi teknisnya.
“Saya membantu federasi dengan sistem penilaian Referee Assessor yang baru. Refer system adalah sistem terintegrasi yang memungkinkan secara independen menganalisa lebih dari 80 kompetensi berbeda dari performa wasit,” terang Raymond Olivier.
Dilansir dari laman resmi PSSI, refer system adalah sistem penanda otomatis. Sistem ini memungkinkan untuk mengevaluasi secara berkala performa para wasit untuk membantu mengembangkan performa mereka. Sistem ini juga menggabungkan materi latihan, untuk terus dilakukan.
“Bukan hanya untuk melatih para wasit dan instruktur, tapi juga mengedukasi klub dan media dengan infiormasi yang kami miliki. Dengan demikian akan membantu membangun pemahaman yang sama mengenai Keputusan yang dibuat para wasit,” ucap Raymond Olivier.
Untuk PSSI, dia dan tim membantu untuk menyediakan semua data laporan dari semua wasit, insiden yang terjadi. Ini membantu memberikan feedback siapa saja wasit yang tampil baik dan siapa wasit yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan performa mereka.
“Jadi sistem ini membuat kita bekerja sama lebih sering dengan klub. Wasit tidak bekerja satu arah, itu sebabnya penting bagi kita untuk mendengar pendapat dari para tim, para pemain, dengan tujan untuk menjaga konsistensi keputusan yang kita buat sebagai wasit di lapangan,” jelasnya. [faw/aje]






