Surabaya (beritajatim.com) – Suasana khidmat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya sempat diwarnai insiden tak terduga. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) secara tidak sengaja memasang bendera Merah Putih dalam posisi terbalik saat prosesi pengibaran.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (17/8) pagi itu sontak mengejutkan sejumlah peserta dan tamu undangan. Namun, para petugas dengan sigap segera memperbaiki posisi bendera, sehingga prosesi upacara tetap berjalan lancar dan penuh khidmat hingga selesai.
Insiden tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial, memunculkan berbagai komentar dan opini publik. Meski demikian, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil sikap bijak dalam menanggapi kejadian tersebut.
Dalam pernyataannya, Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota Paskibraka, termasuk para pembina dan pelatih yang telah bekerja keras mempersiapkan mereka.
“Saya atas nama pribadi dan seluruh warga Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada paskibraka. Kalian adalah anak-anak pilihan dan kebanggaan Kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi dalam unggahan Instagram resminya.
Tak hanya memberikan semangat, Eri juga tampak memimpin yel-yel penyemangat bersama para anggota Paskibraka usai upacara. Ia menekankan pentingnya kekompakan, ketenangan, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi situasi tak terduga.
Menurutnya, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, namun hal tersebut justru menjadi peluang untuk belajar dan tumbuh menjadi lebih baik.
“Saya belajar betul hari ini, bagaimana para anggota paskibraka tetap tenang dan solid di bawah bimbingan para pembina yang luar biasa. Ini adalah pelajaran berharga, bukan hanya bagi paskibraka, tapi juga bagi kita semua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eri berharap insiden ini dapat dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran, agar ke depannya dapat lebih baik lagi dalam setiap penyelenggaraan upacara kenegaraan.
“Tetap semangat anak-anakku. Proses kalian menuju sukses masih panjang. Jangan biarkan satu kesalahan kecil meruntuhkan semangat besar kalian. Kalian telah terpilih mengibarkan Sang Merah Putih, dan itu bukan tugas yang ringan,” pungkasnya penuh semangat.
Respons publik di media sosial pun beragam. Sebagian warganet menyayangkan kejadian tersebut, namun banyak juga yang menyuarakan dukungan moral kepada anggota paskibraka, mengapresiasi upaya mereka yang tetap tampil maksimal di bawah tekanan.
“Ya Allah rek wes talah ga onok wong seng sempurna mereka sudah memberikan yg terbaik bijaklah dalam komen ini jg diluar kendali tetap semangat anak2 hebatt,” ujar (et) hern***. [fyi/aje]






