Banyuwangi (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Terminal Tanjungwangi bergerak cepat untuk mendukung warga yang terdampak Covid-19 dengan menginisiasi program Pelita (Peningkatan Ekonomi Lingkar Ketapang). Karena, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang tidak sedikit kepada masyarakat.
Utamanya adalah kemampuan ekonomi yang melemah. Masyarakat perlu mendapatkan pendampingan dan dukungan menghadapi pandemi.
Untuk itu melalui program Pelita Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Terminal Tanjungwangi mencoba mengangkat kembali ekonomi warga. Ada beberapa lini usaha seperti hidroponik, frozen food, rengginang, cuci motor, bakso, konveksi kerajinan bambu serta pengolahan sampah.
Salah satu mitra binaan Pertamina Tanjungwangi, Tunggul Harwanto yang juga pendiri Rumah Literasi Indonesia (RLI) menceritakan roadmap yang dirancang sejak 2020 adalah untuk program Pelita. Akan tetapi, karena timbulnya bencana pandemi pada tahun 2020, sehingga diarahkan dalam penanganan bencana.
“Pada tahun ini terdapat inovasi dan optimalisasi program. Kemudian, di tahun 2022 penguatan kelembagaan, 2023 replikasi program 2024 bisa mandiri,” ungkap Tunggul disela Proving League, Kesaksian Local Hero Dalam Memperluas Manfaat CSR BUMN yang digelar Editor Energy Society (E2S), Minggu (11/10/2021).
Selama masa pandemi, lini usaha program Pelita terbukti mampu membuat warga bernapas lega. Karena masih ada pemasukan yang berasal dari beberapa kegiatan sederhana.
Tunggul mencontohkan, dari unit usaha yang dikelola misalnya imaji studio menciptakan produk digital yang mampu menghasilkan sekitar Rp1,1jt/orang/bulan. Kemudian konveksi Rp150 ribu naik menjadi Rp500 ribu selama tahun 2021. Ada juga kerajinan bambu berkembang dari Rp300 ribu pada tahun 2020 menjadi Rp 500 ribu.
“Jadi rata-rata masih memiliki pemasukan bahkan meningkat pada tahun 2021,” ujar Tunggul.
Dia menceritakan program yang paling banyak memberikan manfaat kepada masyarakat adalah soal isu sampah. Tunggul menuturkan desa Ketapang kini menjadi kampung recycle, masyarakat mulai memilah sampahnya.
“Sehingga kegiatan pengelolaan sampah ini warga jadi sadar tidak buang sampah ke sungai tapi ada yang dimanfaatkan dan sebagian dibuang ke TPS,” ungkap Tunggul.
Kedua adalah lini usaha hidroponik. Lini ini menurut Tunggul banyak dipilih warga untuk dilakukan di rumah ataupun secara berkelompok. Hal istimewa usaha hidroponik bukan dilakukan oleh petani karena itu dia mengajukan kerja sama pelatihan hidroponik dengan Pertamina. Usaha hidroponik dinilai paling menjanjikan dari sisi ekonomi karena pembeli tidak hanya pedagang sayur tapi juga UMKM.
“Jadi UMKM lain aja belinya ke kami seperti rumah makan atau restoran, homestay yang awalnya mereka susah cari sayur nah mereka jadi beli ke kita juga, jadi ada multiplier effect,” kata dia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pertamina-patra-niaga”]
Kemudian lini usaha yang paling berdampak berikutnya atau ketiga adalah usaha cucian motor yang berikan dampak luar biasa karena dikelola oleh anak sekolah, atau yang telah lulus sekolah dan belum bekerja mereka jadi memiliki pemasukan. “Jadi bisa berikan dampak perekonomian mereka,” ungkap Tunggul.
Sementara itu, Muhammad Ali Ba’bud, Terminal Manager Pertamina Tanjung Wangi menyatakan Pelita merupakan program unggulan Pertamina Tanjungwangi sebagai respon juga terhadap pandemi yang terjadi.
Ali menegaskan program Pelita bukanlah satu-satunya program pemberdayaan masyarakat yang dimiliki Pertamina Tanjungwangi. Namun karena berbagai program sudah diinisasi sudah berlangsung lama maka para mitra binaannya juga sudah melalui tahapan exit program. Ini penting sehingga para mitra tidak bergantung terus kepada program Pertamina.
Beberapa program yang telah lulus dan kini telah berdiri sendiri misalnya Program konservasi penyu pantai cemara. Sedangkan program yang masih berjalan seperti program panca pesona, program Bangsring Underwater yaitu konservasi terumbu karang, program jemparing wangi yaitu pelestarian bambu dan biogas, program saru sandang.
“Lalu salah satu program yang sedang berjalan sekarang yaitu program Pelita merupakan unggulan kami,” kata Ali. (rin/ted)







