Blitar (beritajatim.com) – Ratusan anak di Kabupaten Blitar mengalami obesitas atau kegemukan. Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun meminta agar anak-anak yang mengalami obesitas untuk menjalankan pola diet sehat.
Diet sehat dengan menerapkan pola diet yang tepat diharapkan anak-anak akan dapat mengatur sumber makanan serta asupan makanan yang diperlukan tubuh. Sehingga dengan begitu diharapkan berat badan anak dapat turun secara sehat dan kondisi fisik anak pun tetap terjaga.
“Ya memang harus diet, meski pola dietnya tidak sama dengan orang dewasa, tapi harusnya karena obesitas bisa menimbulkan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes,” kata Christine Indrawati Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar kepada beritajatim.com, Selasa (10/01/2023).
Berikut pola diet untuk anak yang mengalami obesitas saran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar:
1. Rutin Melakukan Olahraga.
Olahraga menjadi salah satu cara yang tepat untuk mengatasi obesitas pada anak. Dengan melakukan olahraga rutin maka proses pembakaran kalori pada anak yang mengalami kegemukan akan jauh lebih maksimal. Sehingga lemak dalam tubuh anak dapat berkurang yang akan berimbas pada menurunnya Berat badan.
Permasalahan obesitas pada anak mayoritas disebabkan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga. Dari analisa Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar 90 persen anak yang mengalami obesitas adalah mereka yang jarang olahraga. Sehingga terjadi penumpukan lemak dan kalori dalam tubuh anak.
Adapun durasi olahraga atau aktivitas fisik yang disarankan untuk anak usia 6 hingga 12 tahun adalah setiap hari dengan akumulasi waktu 60 menit. Anak-anak juga tidak disarankan untuk beraktivitas fisik yang terlalu lama demi menghindari dehidrasi pada tubuh.
Pada saat kegiatan olahraga sebaiknya juga didampingi oleh orang tua, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Olahraga bisa apa aja, seperti bersepeda saat berangkat sekolah itu juga bisa meminimalisir terjadinya obesitas pada anak,” imbuh Christine.

2. Batasi Asupan Gula Tambahan.
Mengurangi konsumsi gula pada anak menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh orang tua agar berat badan anak dapat segera turun. Para orang tua dapat mengganti minuman manis yang biasa dikonsumsi anak seperti jus atau minuman instan dengan susu alami atau susu rendah lemak.
Selain itu para orang tua juga wajib mengurangi dan membatasi konsumsi permen serta makanan berpemanis pada anak. Makanan cepat saji atau junk food juga tidak boleh lagi diberikan secara asal-asalan jumlahnya oleh orang tua.
Para orang tua pun diminta untuk mengajak anak gemar minum air putih dari pada minuman berpemanis.
“Pembatasan konsumsi gula juga wajib dilakukan saat menjalankan pola diet sehat, anak tidak boleh lagi konsumsi minuman instan yang berpemanis, bisa diganti susu rendah lemak misalnya,” jelasnya.
3. Sarapan Sehat Setiap Pagi.
Sarapan sehat menjadi hal yang penting bagi anak. Pasalnya dengan menerapkan pola sarapan sehat setiap pagi dapat meminimalisir terjadinya obesitas pada anak.
Saat sarapan anak dapat mengkonsumsi roti gandum atau sayur-sayuran hal itu bisa membuat anak menjadi kenyang. Bila waktu makan siang anak masih di sekolah sebaiknya para orang tua juga membakar bekal makanan sehat untuk dimakan waktu siang hari.
Hal itu juga dapat mencegah anak jajan sembarangan yang membuat konsumsi gula anak meningkat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-blitar”]
4. Memperhatikan porsi makanan anak.
Memperhatikan porsi makanan anak ini bukan berarti orang tua melarang anak untuk makan. Dalam konteks ini para orang tua diminta untuk memberikan makanan sesuai dengan porsi dan tidak berlebihan.
Penyesuaian porsi makanan anak ini juga sebaiknya memperhatikan kebutuhan asupan makan. Sehingga makanan yang dikonsumsi oleh anak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.
5. Memberikan Makanan Sehat Pada Anak.
Untuk mengurangi berat badan anak, para orang tua dituntut agar memberikan makanan sehat. Beberapa makanan sehat yang tetap bisa dikonsumsi anak saat menjalani diet tersebut adalah Sayur-sayuran, Susu asli atau rendah lemak, yoghurt, daging, ikan, kacang-kacangan, buah-buahan, nasi merah serta gandum.
Penerapan pola diet sehat tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi masalah obesitas pada anak. Sehingga permasalahan obesitas tidak lagi mengganggu psikologis anak.
Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mayoritas psikologis anak akan tergganggu akibat obesitas. Anak jadi lebih mudah minder dan cenderung akan menarik diri dari lingkungan sekitar. [owi/but]






