Magetan (beritajatim.com) – Traffic accident analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur memeriksa kondisi bangkai bus yang terjun ke jurang di pinggir Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Senin (5/12/2022)
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Gathut Bowo Supriyono mengungkapkan, pihaknya menggunakan alat 3D Scanner untuk merekam kondisi jalan dan kondisi kendaraan. Alat itu digunakan agar tahu kronologis bus bisa masuk jurang.
“Sementara, itu yang kami lakukan. Kami sudah cek baik tkp dan kondisi bus,” kata Gathut usai melakukan olah TKP, Senin (5/12/2022)
Pihaknya beserta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Dishub Magetan sudah memeriksa kendaraan sistem rem, kondisi di dalam bus, termasuk mesin, dan roda.
“Ini sudah diperiksa akan didalami lagi,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan-magetan”]
Bus milik PT Semeru Putra Transindo Semarang itu diproduksi tahun 2018. Surat tanda nomor kendaraan (STNK) aktif, hasil keterangan uji KIR masih berlaku sampai 16 Desember 2022. Dari hasil pemeriksaan jalur secara kasat mata diketahui tak ada bekas rem.
“Belum ketemu tanda pengereman namun, perlu kami periksa keterangan dari saksi. Kira-kira dari jarak berapa diketahui rem mulai blong. Kami juga masih menunggu TAA dari Korlantas Polri,” kata Gathut.
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 52 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Diduga, bus pariwisata tersebut mengalami gangguan fungsi rem. Mesin bus dalam kondisi mati sebelum akhirnya menabrak guardrail atau pembatas jalan hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam 30 meter.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Kemudian, 32 korban dinyatakan luka-luka. Sebagian masih menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman, pun sebagian sudah dijemput oleh Pemkot Semarang.
Polda Jawa Timur melakukan pemeriksaan mendalam untuk menyingkap musabab terjunnya bus pariwisata PT Semeru Putra Transindo Semarang di jurang pinggir Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Dishub Jawa Timur pun terjun langsung guna mengungkap kejadian itu. Mereka membawa alat 3D Scanner dan sejumlah peralatan lain untuk memeriksa jalur Jalan Tembus dan kondisi bus. Alat itu digunakan untuk mendata gambaran sebelum, saat, dan sesudah kejadian. (fiq/kun)






