Surabaya (beritajatim.com) – Kuasa Hukum Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim Adhy Karyono, Syaiful Ma’arif dan Edward Dewaruci, bersama Direktur RS Korpri Pura Raharja dr Makhyan Jibril, serta Dewan Pengawas Perkumpulan Abdi Negara Jatim Hizbul Wathon, secara resmi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dr. H. Rasiyo, M.Si.
“Ini atas dedikasi dan kontribusinya dalam upaya penyelamatan aset RS Korpri Pura Raharja agar tetap menjadi milik Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Selain itu, Rasiyo juga dinilai berjasa dalam mendorong perubahan status kelembagaan dari yayasan menjadi perkumpulan,” kata Syaiful Ma’arif kepada wartawan dalam Konferensi Pers di RS Korpri Pura Raharja, Senin (12/1/2026).
“Ini sebuah langkah strategis yang justru berperan penting dalam menyelamatkan aset Korpri, yaitu RS Pura Raharja. Perubahan tersebut dilakukan untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan organisasi, sehingga aset rumah sakit dapat dikelola secara kolektif dan bertanggung jawab,” imbuhnya.
RS Pura Raharja yang berlokasi di Jalan Pucang Adi Nomor 12-14 Surabaya, menurut Hizbul Wathon, saat ini tercatat sebagai satu-satunya rumah sakit milik KORPRI di Indonesia yang masih bertahan dan aktif memberikan layanan kesehatan.
“Secara historis, rumah sakit milik KORPRI di Indonesia pernah berjumlah tujuh unit yang tersebar di beberapa daerah. Namun seiring dinamika pengelolaan, perubahan kebijakan, dan berbagai tantangan kelembagaan, jumlah tersebut terus berkurang hingga kini hanya menyisakan satu rumah sakit, yakni RS Pura Raharja di Surabaya. Kondisi tersebut menjadikan RS Pura Raharja jadi simbol eksistensi, perjuangan, dan komitmen KORPRI dalam memberikan kontribusi nyata di bidang pelayanan kesehatan bagi anggota, aparatur sipil negara, serta masyarakat luas,” tegasnya.
Salah satu kuasa hukum Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur, Edward Dewaruci, turut menegaskan bahwa langkah penyelamatan aset Korpri berupa RS Pura Raharja merupakan tindakan yang sah, terukur, dan berlandaskan kepentingan organisasi.
Menurutnya, keberadaan RS Pura Raharja sebagai satu-satunya rumah sakit milik Korpri di Indonesia harus dilindungi secara hukum dan kelembagaan agar tidak kehilangan fungsi strategisnya.
“Apa yang dilakukan Saudara Rasiyo adalah bentuk komitmen menjaga amanah organisasi. Dari aspek hukum, upaya ini penting untuk memastikan aset Korpri tetap terlindungi dan dapat terus dimanfaatkan secara optimal bagi pelayanan kesehatan,” ujar Edward Dewaruci.
Direktur RS Pura Raharja, Makhyan Jibril, menyampaikan bahwa dukungan dan perhatian Rasiyo selaku Ketua 1 Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong rumah sakit untuk terus berbenah dan berkembang.
“RS Pura Raharja tidak hanya dipertahankan secara aset, tetapi juga didorong untuk menjadi rumah sakit yang sukses, berkualitas, dan berprestasi. Komitmen ini tercermin dalam upaya peningkatan mutu layanan, profesionalisme SDM, serta penguatan sistem manajemen rumah sakit,” jelas Makhyan Jibril.
Menurutnya, keberadaan RS Pura Raharja sebagai rumah sakit milik Korpri harus diiringi dengan standar pelayanan yang unggul agar mampu bersaing dan tetap relevan di tengah dinamika dunia kesehatan.
Sementara itu, Dewan Pengawas Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur, Hizbul Wathon, menekankan bahwa penyelamatan RS Pura Raharja bukan hanya soal mempertahankan aset fisik, tetapi juga menjaga amanah organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“RS Pura Raharja adalah aset strategis yang memiliki nilai historis dan sosial. Menjaganya berarti menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan sekaligus mempertahankan identitas dan peran KORPRI dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkap Hizbul.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, pengelola rumah sakit, kuasa hukum, serta seluruh pemangku kepentingan agar RS Pura Raharja dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan profesional.
Apresiasi yang disampaikan kepada Rasiyo diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur dan pengelola RS Pura Raharja untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan komitmen dalam mengelola aset organisasi. [tok/beq]






