Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menggelar minum Tablet Tambah Darah (TTD), pemeriksaan, dan edukasi gizi seimbang kepada seluruh siswi SMAN 1 Sooko. Ini sebagai upaya preventif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menanggulangi stunting untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Melalui agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, jika pada saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi permasalahan yang cukup besar yakni terkait masalah stunting. Gagal tumbuhnya pada balita ini, salah satunya disebabkan oleh kurangnya darah atau anemia pada ibu yang sedang hamil.
“Terjadinya kekurangan darah tidak hanya terjadi pada saat ibu sedang hamil saja, namun anemia bisa terjadi pada saat perempuan masih dalam masa remaja. Jadi kita harus bersama-sama berupaya bagaimana semua yang ada disini tidak ada kekurangan darah,” jelasnya usai senam bersama dengan seluruh siswi, Jumat (9/9/2022).
Masih kata Bupati, menstruasi menjadi salah satu penyebab wanita bisa kekurangan darah. Maka dari itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini mengimbau kepada seluruh siswi SMAN 1 Sooko agar mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi karena zat besi menjadi pendukung utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh.
“Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati. Jadi makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian udang dawu, dan kuning telur. Karena faktanya 1/3 sampai 2/3 remaja putri di Indonesia mengalami kekurangan darah,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Jika hal tersebut sangat berbahaya karena dalam waktu dekat kalau remaja putri kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan kekurangan darah. Akan tetapi juga bisa menyebabkan otak tidak bisa berpikir dengan cepat dan tidak bisa konsentrasi. Karena menstruasi tidak bisa dihentikan setiap bulan, sehingga solusinya harus makan makanan yang mengandung zat besi.
“Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,” ujarnya.
Karena, tambah orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, penyerapan bisa berbentuk Ferri dan Ferro. Ketika ada zat asam di dalam perut maka bentuknya Ferro sehingga akan mudah diserap, namun jika bentuknya Ferri maka akan susah diserap. Bupati juga mengajak seluruh siswi SMAN 1 Sooko untuk mengkonsumsi tablet tambah darah secara serentak. [tin/beq]






