Tuban (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Tuban berikan langkah-langkah pelaku usaha peternakan dalam menekan angka kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Tuban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban, Pipin Diah Larasati menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan masyarakat dan pelaku usaha peternakan di antaranya menjaga kebersihan kandang.
“Selain itu, juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, memberikan pakan berkualitas dan segera memisahkan ternak yang sakit dari ternak sehat,” ujar Pipin Diah Larasati.
Ia juga menjelaskan, apabila ada ditemukan gejala PMK pada ternak, DKPP Tuban mengimbau kepada masyarakat agar segera laporkan ke Puskeswan terdekat supaya bisa ditangani dengan cepat.
“Pemkab Tuban telah menerima alokasi vaksin Aphthovet PMK sebanyak 280 botol,” terang Pipin sapanya.
Dari alokasi tersebut, setiap botol dapat digunakan untuk 25 ekor sapi, sehingga totalnya mencakup 7.000 dosis. “Harapannya, langkah vaksinasi ini dapat memberikan perlindungan lebih bagi ternak,” bebernya.
Lanjut, DKPP Tuban juga berkomitmen dalam pengawasan lalu lintas ternak, terutama di area pasar hewan dan wilayah perbatasan. Bahkan, salah satu upaya yang dilakukan yakni menutup pasar hewan untuk sementara waktu.
“Tim pengawas akan memastikan seluruh aturan diterapkan dengan ketat,” terang Pipin.
Sebab, segala upaya yang dilakukan ini kata Pipin demi mencegah penyebaran PMK yang lebih luas di wilayah Kabupaten Tuban, sekaligus melindungi para peternak dari kerugian ekonomi.
“Sehingga, masyarakat terus menjaga kesadaran tentang pentingnya kesehatan hewan sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi daerah,” pungkasnya. [ayu/aje]






